Anggota DPRD Kota Tanjungpinang Gelar Reses di Kantor BUMD Tanjungpinang

343
Foto anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Daerah Pemilihan (Dapil) I Kecamatan Tanjungpinang Barat-Tanjungpinang Kota beserta Kepala Divisi Operasional BUMD Tanjungpinang, Pramudji didepan Kantor BUMD Kota Tanjungpinang, Selasa (12/3/2019) usai reses. (f-red)

TANJUNGPINANG | Wartarakyat.co.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang, Daerah Pemilihan (Dapil) I Kecamatan Tanjungpinang Barat-Tanjungpinang Kota melaksanakan reses di kantor Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Tanjungpinang, Selasa (12/3/2019).

Wakil Ketua II DPRD Kota Tanjungpinang, Ahmad Dani menyampaikan, dalam reses tersebut pihaknya membahas beberapa rencana pembangunan atau pembenahan yang kemungkinan besar di tahun 2019 ini.

Adapun yang dibahas dalam reses tersebut pertama, penataan Melayu Square. Karena Melayu Squre ini menjadi Ikon Kota Tanjungpinang, BUMD mengusulkan agar pedagang atau gerobaknya itu diseragamkan dibuat menjadi ciri khas Melayu.

Dulu, kata Dani, pertama kali ada Melayu Square itu memang tujuannya untuk menunjukkan Kota Tanjungpinang adalah Kota Melayu.

Tanjungpinang

“Sekarang kan sudah hampir hilang, dan itu mereka (BUMD) usulkan kembali agar dinampakkan ikon Melayunya itu,” kata Dani usai melaksanakan reses.

Kedua, pasar potong lembu akan direhab habis dan dibangun dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Karena ini pakai dana dari APBN, kami tadi tidak meminta seperti apa gambarnya, tapi yang jelas konsepnya tradisional dan dibangun baru. Rencananya tahun ini akan dibangun, kemungkinan diatas bulan 7 mendatang lah,” ungkapnya.

Lalu masalah parkir, yang mana parkir sangat dibutuhkan kalau pasar itu sudah dibangun dan juga parkir di Pelabuhan SBP Tanjungpinang. Saat ini pihak BUMD masih memikirkan solusinya.

“Karena parkir ini juga potensi untuk PAD kita, mereka akan melobi dan akan kita bantu nanti bagaimana parkir di Pelabuhan SBP itu bisa masuk ke BUMD,” jelasnya.

Ia menambahkan, terkait usulan-usulan dari pihaknya BUMD Tanjungpinang tersebut pihaknya tentu sangat mendukung.

“Kami sangat mendukung karena kita harapkan BUMD ini adalah menjadi ujung tombak untuk PAD kita. Kalau memang semangat Undang-Undang Tentang otonomi daerah yang dulu bahwa sebenarnya daerah itu harus bisa berdiri sendiri. Ya, salah satunya harus BUMD ini,” tegasnya.

“Untuk tahun 2018 saja BUMD sudah bisa menghasilkan sekitar 500 jutaan dan target mereka di tahun 2019 ini sudah Milyaran. Jadi, muda-mudahan tercapai,” tuturnya.

Selain Ahmad Dhani, seluruh anggota DPRD Tanjungpinang Dapil Tanjungpinang Barat-Kota ini juga hadir dalam reses tersebut seperti Ade Angga, Ginta Asmara, Hendi Amerta, Simon Awantoko dan lainnya.

Suasana berlangsungnya reses di Kantor BUMD Kota Tanjungpinang. (f-red)

Ditempat yang sama, Kepala Divisi Operasional BUMD Tanjungpinang, Pramudji, mengatakan dari beberapa tempat yang akan dibangun dan pembenahan itu dananya bersumber dari APBN.

“Pelaksanaan Pasar Potong lembu inikan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Diperdagin) Kota Tanjungpinang. Kami (BUMD) hanya pengelola saja, begitu juga anggaranya hanya Disperdagin yang tau,” ucapnya.

Ia memgatakan, dari beberapa poin tersebut yang diprioritaskan adalah pembenahan Melayu Square yang berada ditepi laut, Kota Tanjungpinang.

“Yang diprioritaskan tahun ini adalah Melayu Square ini. Karena inikan diajukan setahun yang lalu setelah itu rehab pasar dan lainnya,” jelasnya.

Adapun pembenahan tersebut seperti stan-stannya, tata letaknya, parkiran yang berada didalamnya, sistem penjualannya termasuk pembayaran sewanya dengan cara non tunai. BUMD juga kan akan menggalakkan program pemerintah.

“Itu memang kita mau benahi dengan nuansa Melayu karena ciri khas Melayu kita kan sudah mulai surut. Jadi, cici khasnya, masakannya akan kita benahi kembali. Dan, tadi juga disampaikan kalau bisa parkir-parkir yang lain BUMD juga yang mengelola, kalau kita kan siap-siap saja. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.