Caleg DPRD Tanjungpinang Teteskan Air Mata saat Bacakan Pembelaan Hukum

760
Ranat Mulia Pardede bacakan pembelaan hukum dihadapan Ketua Majelis Hakim, Jumat (8/3/2019)

TANJUNGPINANG | Wartarakyat.co.id –Sebelum dijatuhi hukuman vonis, terdakwa tindak pidana pemilu terkait kampanye di kampus STIE Pembangunan, Ranat Mulia Pardede yang notabene caleg DPRD Tanjungpinang dapil Kecamatan Tanjungpinang Barat – Kota bacakan pembelaan hukum dihadapan majelis hakim.

Sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Awani Setyowati didampingi Monalisa Anita T Siagian dan Henda Karmila Dewi sebagai Hakim Anggota di Ruang Sidang Utama, Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Jumat (8/3/2019).

Baca: Sidang Cekcok, Penasehat Hukum Terdakwa Caleg PSI Mengundurkan Diri

Baca juga: Terdakwa Ranat Dituntut 6 Bulan Penjara Dengan Masa Percobaan 1 Tahun

Baca juga: Pengacara Disidangkan, 13 Orang Advokat Turut Mendampingi

Dalam pembelaan hukuman yang dibacakan Ranat, ia mengaku bahwa tindakan yang dilakukannya itu bukanlah kampanye, sebagaimana menurut pemahaman Ranat.

“Yang mulia hakim, saya sangat kecewa atas putusan sentra Gakkumdu serta dakwaan yang dilakukan Jaksa, ini tidak adil. Apakah adil hanya karena seorang caleg memberikan kartu nama lalu saya dipidanakan?,” ucap Ranat dengan suara tersengal sembari meneteskan air mata.

Sementara, sambung Ranat, pemberian kartu nama tersebut bukanlah atas keinginan saya melainkan diminta oleh mahasiswa itu.

“Saya merasa dikotomi dan di kriminalisasi atas tindakan Bawaslu ini,” ujarnya.

Sementara ada caleg lain yang melakukan tindakan yang lebih didominasi kampanye, namun dalam hal ini Bawaslu tidak gencar mengusutnya.

Kata Ranat lagi, Ketika tindakan saya ini langsung di P21 dan Bawaslu sangat gencar mengumpulkan bukti-bukti.

Ia pun meminta kepastian hukum atas pasal UU pemilu yang tumpang tindih agar tidak ada lagi permasalahan, dan meminta kepada KPU dan Bawaslu harus mempertegas apa itu kampanye, apa itu tindak pidana kampanye.

Sebelum di jatuhi hukuman, Ranat pun memohon kepada Hakim agar memberikan putusan yang adil kepada dirinya.

“Yang mulia hakim, tolong beri keadilan kepada saya. Sebab, ada tanggungjawab yang menanti saya kedua anak beserta istri saya, tutup Ranat sembari mengusap air mata (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.