KARIMUN | WARTA RAKYAT — PT BPR Tuah Karimun (Perseroda) mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDA) sebesar Rp1,5 miliar kepada 81 nasabah hingga Oktober 2026.
Dalam empat bulan sejak program diluncurkan pada Juni lalu, pembiayaan ini menjadi langkah konkret memperluas akses permodalan sekaligus memperkuat fondasi UMKM di Kabupaten Karimun.
Program KURDA merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Karimun di bawah kepemimpinan Bupati Ing H. Iskandarsyah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui penguatan usaha produktif.
Implementasinya dijalankan BPR Tuah Karimun bersama Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan ESDM Kabupaten Karimun yang dipimpin Basori.
Salah satu daya tarik program ini ialah fasilitas pembiayaan berbunga 0 persen, dengan plafon maksimal Rp25 juta dan tenor hingga 24 bulan, sesuai ketentuan yang berlaku.
Skema tersebut diharapkan meringankan beban permodalan pelaku UMKM, sekaligus membuka ruang bagi peningkatan produktivitas, perluasan usaha, dan penguatan pendapatan keluarga.
Direktur BPR Tuah Karimun, Siska Naritasari, menegaskan bahwa penyaluran KURDA merupakan bagian dari komitmen perseroan dalam mendukung agenda pembangunan ekonomi daerah.
“BPR Tuah Karimun berkomitmen mendukung program Pemerintah Kabupaten Karimun melalui penyaluran KURDA yang tepat sasaran. Hingga Oktober 2026, pembiayaan yang telah kami salurkan mencapai Rp1,5 miliar kepada 81 nasabah. Kami berharap fasilitas ini dapat membantu para pelaku UMKM mengembangkan usaha, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat perekonomian keluarga,” ujarnya, Kamis (22/10).
Menurutnya, keberlanjutan program membutuhkan sinergi pemerintah daerah, perangkat daerah terkait, BPR Tuah Karimun, dan masyarakat pelaku usaha.
Peran dinas terkait juga penting dalam memperluas sosialisasi agar informasi mengenai manfaat, persyaratan, serta mekanisme pengajuan KURDA dapat menjangkau lebih banyak calon penerima.
Di sisi lain, BPR Tuah Karimun tetap menerapkan prinsip kehati-hatian perbankan dengan mempertimbangkan kelayakan usaha dan kemampuan calon debitur memenuhi kewajibannya.
Pendekatan ini diperlukan agar pembiayaan tidak sekadar memperluas akses modal, tetapi juga mendukung keberlangsungan usaha secara berkelanjutan.
Capaian Rp1,5 miliar kepada 81 nasabah menjadi pijakan awal bagi perluasan manfaat KURDA di Karimun.
Lebih dari sekadar penyaluran kredit, program ini diharapkan menjadi instrumen penguatan UMKM agar semakin produktif, berdaya saing, dan mampu mengambil peran lebih besar dalam menggerakkan perekonomian daerah. (Nov)






