Yoga Hadhi Wijaya Bangun Disiplin, Kemandirian dan Harapan Warga Binaan

Lewat Program ‘SWARNA’, Rutan Karimun Dobrak Sekat Komunikasi dan Perkuat Pelayanan Humani

KARIMUN | WARTA RAKYAT – Di balik tembok Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjung Balai Karimun, setiap hari bukan sekadar tentang menjalani masa pidana.

Ada disiplin yang dibentuk, karakter yang diperkuat, keterampilan yang diasah, serta harapan yang terus ditumbuhkan.

Bacaan Lainnya

Melalui rutinitas terarah, Rutan Karimun menghadirkan proses pemasyarakatan yang mencakup pembinaan spiritual, kebugaran jasmani, pemenuhan kebutuhan dasar, pelayanan kesehatan, hingga pengembangan keterampilan dan kemandirian Warga Binaan.

Kepala Rutan Kelas IIB Tanjung Balai Karimun, Yoga Hadhi Wijaya, menegaskan bahwa esensi pemasyarakatan tidak berhenti pada pelaksanaan masa pidana, tetapi juga memastikan Warga Binaan memiliki bekal untuk menata kehidupan yang lebih baik.

“Sehari di Rutan bukan sekadar menjalani waktu. Setiap aktivitas memiliki tujuan, mulai dari membangun kedisiplinan, menjaga kesehatan, memperkuat kepribadian, hingga mengembangkan keterampilan dan kemandirian. Kami ingin Warga Binaan memiliki kesiapan untuk kembali ke masyarakat dan menjalani kehidupan yang lebih produktif,” ungkap Yoga, Rabu (30/9/2026).

Aktivitas diawali dengan ibadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing, dilanjutkan olahraga, pemenuhan kebutuhan dasar, serta pembinaan kepribadian, keagamaan dan pendidikan.

Kesempatan mengikuti kegiatan produktif seperti pertanian, peternakan, kerajinan, dan pelatihan keterampilan juga menjadi bagian dari upaya menggali potensi Warga Binaan.

Tak hanya itu, pelayanan kesehatan serta akses kunjungan dan komunikasi keluarga turut menjadi perhatian dalam mendukung kondisi fisik, mental, dan hubungan sosial selama menjalani masa pidana.

Rangkaian aktivitas tersebut menegaskan bahwa pembinaan di Rutan Karimun diarahkan untuk membangun kesadaran, tanggung jawab, dan kemampuan hidup mandiri.

Di balik tembok pembatas, kesempatan untuk berubah tetap terbuka. Sebab, keberhasilan pemasyarakatan bukan hanya tentang menjalani masa pidana, tetapi juga tentang kesiapan seseorang untuk kembali menjadi bagian positif dari masyarakat. (Nov)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses