Jembatan Garuda IV Resmi Dibuka, Kodim 0317/TBK Perkuat Akses dan Ekonomi Warga Belat

Jembatan Garuda IV Resmi Dibuka, Kodim 0317/TBK Perkuat Akses dan Ekonomi Warga Belat

KARIMUN | WARTA RAKYAT — Pembangunan infrastruktur dasar kembali membawa perubahan nyata bagi masyarakat di wilayah pesisir Kabupaten Karimun.

Jembatan Perintis Garuda Tahap IV di Jalan Sungai Mata, Dusun II, Desa Penarah, Kecamatan Belat, resmi diresmikan Dandim 0317/TBK Letkol Inf Andit Franata, Kamis (13/8/2026).

Bacaan Lainnya

Jembatan tersebut bukan sekadar penghubung antarkawasan, tetapi menjadi akses vital bagi mobilitas lebih dari 5.000 warga setiap hari, sekaligus membuka konektivitas Desa Penarah menuju Desa Sebele dan sejumlah desa lainnya.

Peresmian diawali dengan kedatangan Dandim 0317/TBK bersama Pasintel Kodim 0317/TBK Kapten Inf Kamdi dan Danposal Buru Letda Laut (P) Agus Hakim di Desa Penarah sekitar pukul 09.05 WIB. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan video conference peresmian jembatan TNI-Polri bersama Presiden RI Prabowo Subianto.

Prosesi peresmian berlangsung sekitar pukul 11.25 WIB dan dihadiri unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, DPRD Karimun, kejaksaan, kepala desa, tenaga pendidik, tokoh masyarakat, tokoh agama serta sekitar 85 warga Desa Penarah.

Kepala Desa Penarah, Abdul Rahman, mengatakan kehadiran jembatan permanen tersebut menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat yang selama ini menghadapi persoalan akses.

“Jembatan ini dilewati lebih dari 5.000 jiwa setiap harinya. Jembatan ini menghubungkan langsung Desa Penarah dengan Desa Sebele dan desa-desa lainnya,” ujar Abdul Rahman.

Sebelum pembangunan dilakukan, masyarakat harus menghadapi kondisi jembatan yang tidak permanen. Konstruksi berbahan pohon kelapa membuat jembatan mudah lapuk dan harus diganti secara berkala.

“Sebelumnya setiap tahun kami harus mengganti jembatan karena lapuk dan terbuat dari pohon kelapa. Dengan selesainya jembatan ini, masyarakat dapat merasakan langsung manfaat dari program Bapak Presiden,” katanya.

Kondisi tersebut menggambarkan bahwa bagi masyarakat di wilayah kepulauan, infrastruktur penghubung memiliki arti jauh lebih besar. Jembatan menjadi urat nadi yang menentukan kelancaran aktivitas pendidikan, ekonomi, pelayanan sosial hingga mobilitas sehari-hari.

Dandim 0317/TBK Letkol Inf Andit Franata menegaskan, pembangunan Jembatan Perintis Garuda diarahkan untuk memperkuat konektivitas antardesa sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Semoga pembangunan jembatan ini dapat bermanfaat, menghubungkan desa satu dengan desa lainnya, terutama bagi anak-anak sekolah, masyarakat pada umumnya, dan juga mendukung kemajuan perekonomian daerah,” ujar Andit.

Dengan tersedianya akses yang lebih layak, masyarakat diharapkan memperoleh mobilitas yang lebih mudah dan aman. Pada saat yang sama, konektivitas tersebut berpotensi memperlancar distribusi hasil usaha masyarakat serta membuka ruang interaksi ekonomi antardesa.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan naskah serah terima dan pemotongan pita. Dalam kesempatan tersebut, Dandim juga menyerahkan bantuan sembako secara simbolis kepada masyarakat sebelum melanjutkan peninjauan langsung terhadap kondisi Jembatan Perintis Garuda IV.

Bagi masyarakat Desa Penarah, jembatan ini bukan hanya bangunan fisik. Ia merupakan jalan menuju akses yang lebih terbuka, mobilitas yang lebih mudah dan peluang ekonomi yang lebih luas—sekaligus menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur di wilayah kepulauan memiliki dampak langsung terhadap kualitas kehidupan masyarakat. (Nov)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses