Penemuan Mayat Laki-laki Dalam Kamar Hotel di Karimun, Begini kata Polisi

Petugas mengevakuasi mayat laki-laki inisial AS (53) yang ditemukan di dalam kamar salah satu hotel di Karimun, Kepri Senin (19/1/2026).

KARIMUN | WARTA RAKYAT – Masyarakat Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepulauan Riau kembali dihebohkan dengan penemuan mayat.

Penemuan mayat kali ini terjadi di dalam kamar salah satu hotel di daerah berjuluk Bumi Berazam tersebut pada, Senin (19/1/2026).

Bacaan Lainnya

Laki-laki merupakan salah satu karyawan di PT Multi Diesel Service itu berusia 53 tahun inisial AS.

Ia merupakan warga warga Kp Kambing, RT 01 RW 05 Kelurahan Karang Asem Barat, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.

Kepala Kepolisian Sektor Balai, AKP Andri Yusri, mengatakan kejadian ini diketahui
pertama kali oleh, SN (laki-laki) yang merupakan rekan kerja korban.

Saat itu, saksi tersebut mengetuk pintu kamar dan memanggil dengan tujuan untuk membangunkan korban, namun tidak ada jawaban dari korban.

Kemudian, ia memberitahukan terkait hal tersebut kepada, RN, resepsionis hotel.

Selanjutnya, saksi-saksi tersebut mencoba kembali memanggil dan mengetuk pintu kamar korban, namun tetap juga tidak ada jawaban dari korban.

Lalu, RN, membuka pintu kamar korban yang disaksikan saksi-saksi lainnya dengan mengunakan kunci cadangan dari pihak hotel.

Setelah pintu terbuka, korban didapati berada diatas kasur dengan posisi terbaring telungkup tidak mengunakan baju, hanya mengunakan celana pendek warna biru dongker.

Atas temuan tersebut, langsung diberitahukan kepada pihak manager hotel, dan selanjutnya melaporkannya ke Polsek Balai Karimun.

Setelah personel Polsek Balai dan tim Inafis Polres Karimun melakukan olah TKP, korban dibawa ke RSUD Muhammad Sani.

“Dugaan sementara korban meninggal dunia dikarenakan penyakit yang di deritanya,” ujar Andri.

Dugaan itu disampaikannya, dengan ditemukan obat-obatan yang berada disekitar dalam kamar korban.

Berdasarkan keterangan diperoleh, korban sekitar 5 tahun sering mengkonsumsi obat – obatan apabila lelah karena kerja.

“Di kamar korban ditemukan berbagai jenis obat, seperti obat anti nyeri, obat radang, obat lambung, obat sakit kepala,” ungkap Andri.

Kapolsek Balai menyebutkan, pihak keluarga menerima penyebab meninggalnya korban dan menolak dilakukan otopsi.

“Rencana korban dikebumikan di pemakaman keluarga di Jawa Barat,” pungkasnya. (no)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses