Sekda Bintan Tinjau Korban Kebakaran di Desa Kelong: Pastikan Bantuan Dasar dan Lakukan Penilaian Cepat Kerusakan

Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan, Ronny Kartika, didampingi sejumlah pejabat dari BPBD, Dinas Sosial, Dinas Perkim, dan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, mengunjungi korban kebakaran rumah di RT 003/RW 001 Desa Kelong, Kecamatan Bintan Pesisir, pada Senin sore (10/11). F : Diskominfo Bintan

BINTAN | WARTA RAKYAT – Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan, Ronny Kartika, didampingi sejumlah pejabat dari BPBD, Dinas Sosial, Dinas Perkim, dan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, mengunjungi korban kebakaran rumah di RT 003/RW 001 Desa Kelong, Kecamatan Bintan Pesisir, pada Senin sore (10/11).

Dalam kunjungan tersebut, Ronny berdialog langsung dengan warga terdampak serta meninjau puing-puing rumah yang habis dilalap api.

Peristiwa kebakaran terjadi pada Minggu dini hari (09/11) sekitar pukul 02.00 WIB, diduga akibat korsleting arus listrik di rumah Adam (45 tahun). Api dengan cepat menjalar dan membakar seluruh bangunan, kemudian merambat ke rumah Arsil serta lima rumah lainnya di sekitar lokasi.

Akibat kejadian itu, dua rumah mengalami kerusakan berat (milik Adam dan Arsil), sementara lima rumah lainnya milik Matahar, Wahid, Satria, Datsir, dan Rohiman mengalami kerusakan ringan.

Untuk sementara, Adam dan Arsil mengungsi di rumah tetangga sambil menunggu bantuan hunian sementara, sedangkan warga lainnya masih bertahan di rumah masing-masing.

“Yang pertama kita pastikan kebutuhan dasar saudara-saudara kita ini terpenuhi. BPBD telah menyalurkan logistik di hari kejadian, dan hari ini kami kembali membawa sejumlah bantuan tambahan. Selain itu, tim juga segera melakukan Rapid Assessment untuk menilai tingkat kerusakan dan kerugian,” ujar Sekda Bintan Ronny Kartika di sela-sela peninjauan.

Ronny menegaskan bahwa seluruh instansi terkait harus bergerak cepat dan terkoordinasi, agar langkah penanganan dapat segera dilakukan secara tepat.

Hasil penilaian cepat (rapid assessment) nantinya akan menjadi acuan dalam menentukan tindak lanjut, termasuk bantuan perbaikan rumah maupun pemulihan dokumen penting yang ikut terbakar.

“Yang terpenting saat ini adalah memastikan kebutuhan dasar korban terpenuhi hingga situasi kembali stabil. Dokumen-dokumen penting yang hangus juga akan segera didata dan direkomendasikan untuk diproses ulang,” tambah Ronny.

Usai melakukan peninjauan, Ronny juga mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi kebakaran. Menurutnya, korsleting listrik dan kebocoran tabung gas merupakan risiko yang sering terjadi dan harus diantisipasi dengan memastikan instalasi listrik serta peralatan rumah tangga dalam kondisi aman.

“Kita tidak bisa memprediksi kapan musibah terjadi, tetapi kewaspadaan dan pencegahan dini adalah langkah terbaik untuk melindungi keluarga dan lingkungan,” tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses