Ciptakan Pemilu Damai di Tanjungpinang Dengan Semangat Bhineka Tunggal Ika

Pemilu
Kapolresta Tanjungpinang Kombes Pol Haribertus Ompusunggu menandatangani deklarasi damai bersama Pj Wali Kota Tanjungpinang, Forkompinda, Penyelenggara hingga peserta Pemilu 2024 di lapangan Pamedan Ahmad Yani Tanjungpinang beberapa waktu lalu

TANJUNGPINANG | WARTA RAKYAT – Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden adalah salah satu peristiwa penting dalam proses demokrasi Indonesia yang selalu mencuri perhatian publik.

Gemerlapnya kampanye hingga debat calon presiden dan wakil presiden mencerminkan semangat dan keinginan rakyat dalam menentukan pemimpin negara untuk periode mendatang.

Bacaan Lainnya

Calon presiden dan tim kampanyenya tengah berlomba lomba promosikan visi misi, program, dan janji-janji mereka kepada publik.

Sedangkan debat antar calon presiden menjadi salah satu momen puncak dalam kampanye, di mana mereka berhadapan langsung untuk menyampaikan pandangan mereka tentang berbagai isu penting yang dihadapi oleh negara.

Debat ini menjadi sarana bagi publik untuk lebih memahami dan membandingkan gagasan dan rencana dari masing-masing calon.

Kampanye dan debat calon presiden seringkali menjadi sorotan utama media massa dan menjadi pembicaraan hangat di berbagai lapisan masyarakat.

Tidak terkecuali terjadi di Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Pembahasan mengenai pemilihan presiden dan wakil presiden santer terdengar terutama saat nongkrong di warung kopi.

Setiap kali duduk santai di kedai kopi ada saja yang membahas topik presiden dan wakil presiden. Mulai dari program calon presiden dan wakil presiden, kelebihan hingga kekurangan pun tidak luput dibahas.

Misalnya seorang warga Tanjungpinang bernama Romi. Warga Jalan Handoyo Putro ini mengaku kerap membahas pemilihan presiden dan wakil presiden kala duduk santai di kedai kopi.

Kebetulan teman ngopinya berbeda pilihan dengan dirinya. Dia mantap mendukung pasangan calon presiden nomor urut 01 Anis Baswedan-Muhaimin Iskandar. Sementara temannya mendukung pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

“Banyak hal yang kita bahas, terutama soal program dan track record. Saya juga berusaha meyakinkan kawan supaya beralih pilihan dari Prabowo-Gibran ke Anis-Muhaimin,” ujarnya saat ditemui di salah satu kedai kopi di Jalan Ganet belum lama ini.

Namun temannya tidak mau merubah dukungan, malah semakin mantap mendukung Prabowo-Gibran. Bahkan sempat menyampaikan kekurangan dari Prabowo Subianto yang temperamental dan masa lalu Prabowo yang disebut telah menghilangkan nyawa aktivis. “Tetap aja dia dukung Prabowo-Gibran,” ujarnya.

Baginya membahas masalah presiden dan wakil presiden mulai dari program, keunggulan, kekurangan dan bahkan keburukan suatu yang lumrah.

Menurutnya, meskipun berbeda pilihan tidak boleh ada permusuhan antara pendukung paslon. “Kita ingin Pemilu 2024 ini damai, siapapun terpilih nanti, kita tetap juga ngopi bersama. Siapapun nantinya terpilih semoga bisa membawa Indonesia lebih maju lagi,” imbuhnya.

Hal sama juga diungkapkan oleh Danil warga Jalan Garuda, Kelurahan Batu IX. Dia menginginkan Pemilu 2024 ini berlangsung damai dan menghasilkan pemimpin yang berkualitas.

“Kalau ada yang menjelekkan tidak perlu ditanggapi. Saya ini pendukung Prabowo Subianto-Gibran, jadi fokus saja menyampaikan program,” ucapnya.

Berbeda Pilihan Tapi Tetap Bersatu

Kapolresta Tanjungpinang Kombes Pol Haribertus Ompusunggu

Perbedaan pilihan politik tidak boleh menjadi alasan masyarakat terpecah belah. Meskipun memiliki preferensi politik yang berbeda, penting untuk menghormati pendapat orang lain dan memperlakukan satu sama lain dengan sikap yang saling menghargai.

Kapolresta Tanjungpinang Kombes Pol Haribertus Ompusunggu mengatakan, dalam menciptakan Pemilu damai penting untuk memahami semboyan ‘Bhineka Tunggal Ika”.

Menurutnya, konsep “Bhineka Tunggal Ika” memiliki relevansi yang besar dalam Pemilu. Meskipun dalam Pemilu sering kali memunculkan perbedaan pendapat dan pilihan politik di antara masyarakat, prinsip persatuan dalam keberagaman harus tetap dijunjung tinggi.

Dalam Pemilu, berbagai kelompok masyarakat dengan latar belakang, kepercayaan, dan aspirasi yang beragam berpartisipasi dalam proses demokrasi.

“Meskipun memiliki pilihan yang berbeda semboyan “Bhineka Tunggal Ika” mengajarkan kita untuk tetap bersatu,” ujarnya belum lama ini.

Kapolresta menjelaskan, pentingnya semboyan ini terletak pada kemampuan untuk menghargai perbedaan, bertoleransi, dan bekerja sama demi kepentingan bersama.

Meskipun memiliki pilihan politik yang berbeda, tetap satu dalam semangat untuk membangun negara yang lebih baik dan mewujudkan cita-cita bersama sebagai bangsa.

Beberapa kesempatan, kata dia, Polresta Tanjungpinang selalu menggaungkan pentingnya semboyan ‘Bhineka Tunggal Ika’ kepada masyarakat, seperti dalam kegiatan coffee morning, ngobrol bareng hingga Jumat Curhat.

“Pesan tersebut adalah agar masyarakat tetap bersatu meskipun memiliki pilihan politik yang berbeda-beda,” ucapnya.

Selain itu dalam beberapa kesempatan Kapolresta juga mengimbau agar partai politik dan masyarakat tidak saling menjelekkan calon lainnya, melainkan bersaing dengan ide dan gagasan yang konstruktif.

“Kita ingin menciptakan lingkungan yang kondusif selama masa Pemilu dan mendorong partisipasi masyarakat meningkat untuk menyalurkan hak suaranya,” imbuhnya.

Pesta Demokrasi Harus Senang dan Gembira

Pemilu sering dianggap sebagai “pesta demokrasi” karena merupakan saat di mana warga negara memiliki kesempatan untuk menggunakan hak pilih mereka dalam menentukan pemimpin lima tahun kedepan.

Seperti halnya pesta, suasana Pemilu seharusnya penuh semangat dan kegembiraan, karena ini adalah momen di mana setiap suara memiliki nilai dan dampak yang besar bagi masa depan negara.

“Sesuai dengan namanya, pesta demokrasi artinya harus senang. Bahwa kita jalani dengan senang, tidak boleh caci maki dan tidak boleh memburukkan kontestan lain,” kata Saroni, Ketua TKD Prabowo-Gibran Tanjunpinang saat dihubungi, Rabu (7/2/2024).

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini berujar, penting untuk diingat bahwa partisipasi dalam Pemilu harus dilakukan dengan damai dan menghormati perbedaan pendapat.

Kehadiran pemilih yang damai mencerminkan kematangan demokrasi dan menjaga ketertiban serta keamanan selama proses Pemilu.

“Kita sebagai peserta pemilu tentunya semua ingin menang, tapi tetap harus menang dengan beretika. Bagaimana program kita ke masyarakat, apa yang menjadi tujuan kita ke depan, sesuai dengan visi misi, khusus partai dan Calon Presiden Prabowo-Gibran,” jelasnya.

Dalam sosialisasi atau kampanye masyarakat, pihaknya selalu menyampaikan ikuti pesta demokrasi ini dengan senang dan riang. Salah satunya dengan cara mendatangi tempat pemungutan suara (TPS), karena satu suara akan menentukan arah bangsa lima tahun kedepannya.

Menurutnya, bagi masyarakat yang tidak mau menyuarakan hak pilihnya ke TPS sama saja tidak ikut andil dalam melaksanakan program pemerintah kedepannya.

“Ini tugas saya mensosialisasikan masyarakat hadirilah ke TPS, ini lima tahun sekali. Bapak-bapak, ibu-ibu, adik-adik, mas-mas yang menentukan arah bangsa kedepan adalah kita semua. Silahkan pilih pilihan sesuai dengan hati nurani, mana yang terbaik,” ucapnya.

Tidak Tanggapi Tudingan Miring, Utamakan Sosialisasi Program

Ketua DPD PKS Kota Tanjungpinang sekaligus Sekretaris Tim Kampanye Daerah (TKD) AMIN Kota Tanjungpinang Ismiyati

Ketua TKD Prabowo-Gibran Tanjunpinang Saroni mengungkapkan salah satu cara menciptakan Pemilu damai adalah tidak menanggapi tudingan miring yang baik diungkapkan secara langsung maupun melalui media sosial.

Saroni mengatakan, tidak mau ambil pusing terkait tudingan miring terhadap pasangan Prabowo-Gibran. Pihaknya lebih fokus untuk sosialisasi program kerja Prabowo-Gibran apabila terpilih pada 14 Februari 2024 mendatang.

Program Prabowo-Gibran yang disosialisasikan kepada masyarakat diantaranya makan siang dan susu gratis. Program ini merupakan salah satu inisiatif untuk mengatasi masalah kelaparan atau ketidakmampuan finansial dalam masyarakat.

“Arahan dari TKN kalau bahasa yang menjelekkan tidak perlu kita tanggapi dan tidak perlu di konter juga, jadi fokus menyampaikan program kita saja,” ujarnya.

Menang atau kalah calon presiden dan wakil presiden yang diusung, lanjutnya, tergantung masyarakat, karena masyarakat yang menentukan melalui pemilihan di TPS. Tugas TKD hanya mengajak dan mensosialisasikan kepada masyarakat apa yang menjadi program dari Prabowo-Gibran.

“Kewajiban kita menyampaikan apa yang menjadi program kita kedepan, arah bangsa bagaimana, kan begitu. Harapan kita arah bangsa kedepan lebih baik, mana sudah jalan kita teruskan, mana yang kurang kita benahi,” ujarnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Sekretaris TKD Anis-Muhaimin Tanjungpinang Ismiyati. TKD lebih fokus mensosialisasikan program dan rekam jejak calon presiden dan wakil presiden.

“Kita terus terang konsentrasi ke Program, terus mengkampanyekan rekam jejak, rekam jejak itu penting, mengkampanyekan rekam jejak Anis yang pernah menjadi gubernur DKI,” ujarnya.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyebutkan selama masa Pemilu ini harus berpolitik secara dewasa, tidak perlu saling menjelekkan atau mencaci maki pasangan calon presiden lainnya.

Adanya saling menjelekkan dan mencaci maki, menurutnya, sebagai cerminan kita belum berpolitik secara dewasa.

“Toh orang sudah tahu, kita tidak perlu menjelekkan, fokus aja pada kelebihan masing-masing calon presiden yang diusung. Ketidakdewasaan dalam berpolitik yang menimbulkan riak-riak nanti,” ujarnya.

Dia juga mempersilahkan siapa saja yang mau mengkritisi program yang diusung pasangan Anis-Muhaimin atupun partai, terlebih pada kampanye ini merupakan momen adu program antara pasangan calon hingga partai politik peserta Pemilu.

“Yang tidak boleh itu menghujat secara pribadi, kalau programnya yang dikritisi sah-sah saja, karena kita kan memang beradu program, yang tidak boleh itu kalau kita menjelekkan secara pribadi,” imbuhnya.

Ketua DPC Partai Hanura Kota Tanjungpinang Reni

Sementara itu, Ketua DPC Partai Hanura Tanjungpinang Reni yang juga partai pengusung pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD, juga mengakui lebih memilih mensosialisasikan program dari pada menanggapi tudingan miring.

Sosialisasi dilakukan bersamaan dengan mengkampanyekan dirinya sebagai caleg DPRD Tanjungpinang. Selain itu, juga membagikan program atau kegiatan Ganjar-Mahfud melalui media sosial.

“Jadi kita berupaya membagikan program dan kegiatan informasi yang yang ada. Saya fikir sekarang bukan zamannya kita susah-susah mendapatkan informasi, di medsos banyak sekali informasi, jadi tinggal masyarakat, bagaimana cerdas memilih. Saya peribadi cenderung membagikan berita-berita kegiatan dari pada paslon 3 sesuai dengan kami sebagai pengusung,” ungkapnya.

Mengikuti Etika dan Mentaati Aturan Berkampanye

Ismiyati yang juga Ketua DPD PKS Kota Tanjungpinang ini mengungkapkan komitmen pihaknya untuk menciptakan Pemilu 2024 damai. Diantaranya tidak boleh menjelekkan calon lain dan menghindari sara dan ucapan kebencian.

“Dengan begitu diharapkan pemilu ini berlangsung kondusif dan masing-masing bisa menyampaikan visi misinya tanpa harus menjelekkan orang lain dan memancing kemarahan orang lain,” ujarnya.

Menurutnya, etika itu mengikat bagi semua kader yang melaksanakan kampanye. Sedangkan untuk simpatisan pihaknya selalu menyerukan untuk selalu menjaga agar pemilu berlangsung damai, supaya menghasilkan pemilu berkualitas serta mendapatkan pemimpin yang mampu membawa perubahan kearah lebih baik.

Dia menilai, selama kampanye Pemilu 2024 masih masih masuk kategori aman dan kondusif. Kendati mencuat isu pengrusakan baleho peserta Pemilu yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dan bisa masuk ke ranah hukum.

“Pemilu ini dilindungi undang-undang, kita sedang melaksanakan undang-undang. Jadi tidak boleh seseorang pun untuk mengintimidasi yang lain, kalau ada berarti aparat penegak hukum yang harus bertindak, jadi ada jaminan kepastian hukum di negeri kita kalau aparat bertindak,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPC Hanura Tanjungpinang Reni mengatakan, sudah selalu mengingatkan kepada caleg yang berkampanye untuk mengikuti Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Dalam kampanye untuk selalu menghindari tindakan pelanggaran mulai dari tidak menghina antar sesama partai politik peserta pemilu, sara hingga melakukan money politik atau politik uang.

“Kita pesan ke mereka ikuti sesuai dengan aturan main dan on the track,” tuturnya.

Dalam menjaga supaya pemilu berlangsung damai semua pihak harus komitmen mengikuti aturan yang telah ditetapkan, mulai dari peserta, penyelenggara hingga masyarakat.

“Kita berharap semua jalan baik dan kondusif, makannya kita tidak mau terjadi ribut. Jadi penyelenggara semua harus menjaga netralitas, kalau sudah netral pemilu ini sudah berjalan sesuai dengan aturan yang ada, pemilu itu akan berjalan damai,” imbuhnya.

Penulis: Sahrul 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.