Demi Wujudkan Kota Terang Benderang, Pemko Tanjungpinang Lanjutkan Pembangunan PJU

40
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Kebersihan dan Pertamanan Kota Tanjungpinang, Djasman

TANJUNGPINANG | WARTA RAKYAT Niat Walikota Tanjungpinang, Hj Rahma untuk menjadikan Tanjungpinang terang benderang terus dilanjutkan.

Tahun 2021 ini, Pemko Tanjungpinang melanjutkan pembangunan dan pemeliharaan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) baik yang berada di jalan protokol maupun di kawasan lingkungan perumahan warga.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Kebersihan dan Pertamanan Kota Tanjungpinang, (Kadis Perkim KP) Djasman mengatakan, tahun 2020 lalu, hampir 500 titik lampu baru yang dipasang di Kota Tanjungpinang.

Adapun titik pemasangan jaringan baru dari Jalan Panglima Dompak, sampai ke batas kota arah Kijang. Raja Haji Fisabilillah simpang Polres. Kampung Bugis, lalu Jalan Raja Kelana.

Bahkan 2.000 titik lampu yang rusak telah diperbaiki dari 6.200 titik lampu yang ada.

Ia menuturkan, seperti slogan Tanjungpinang terang benderang perlu pengorbanan. Selain anggaran juga pematangan sistem kerja yang baik.

Dituturkannya, anggaran Pemko Tanjungpinang terbatas. Tentu bukan hanya untuk PJU. Ada kesehatan, pendidikan, sosial dan ekonomi. Meski demikian secara bertahap tetap melanjutkan pembangunan PJU.

Tahun ini jika tidak ada perubahan beberapa kawasan di Kota Tanjungpinang akan ada pemasangan, pengawasan dan meterisasi PJU.

Kepala Dinas Perkim, Djasman dan Wali Kota Tanjungpinang, Rahma dan Kepala Dinas Perkim, Djasman Turun Kelapangan Melihat Kondisi

Dituturkannya, tahun ini ada beberapa pemukiman yang penduduknya sudah lama belum ada penerangan dan akan dipasang PJU. Diantaranya di Kampung Panglima dan Kampung Bugis.

Pekerjaan jika memungkinkan akan dilaksanakan Maret mendatang.

”Mudah-mudahan tidak ada bencana nonalam dan pengurangan anggaran, sehingga perencanaan yang disusun bisa terealisasi. Sampai hari ini kami berencana membangun beberapa jaringan PJU baru,” kata Djasman, Jum’at (19/2/2021).

Ia menuturkan, tahun ini bukan hanya pemasangan PJU, namun sekaligus pemasangan meteran listrik. Tujuannya agar daya listrik yang digunakan terukur.

Biayanya bisa dipertanggungjawabkan dan bisa lebih murah dari tahun-tahun sebelumnya yang dibayarkan bergelondongan.

Jika PJU tidak menggunakan meteran, maka pembayarannya merata setiap bulan. Sedangkan jika pakai meteran, maka pembayaran sesuai daya tang terpakai saja.

Misalnya, jika banyak PJU tidak menyala, pembayaran tetap sama. Yang dirugikan masyarakat juga. Dari selisih pembayaran itu nanti, sudah bisa dipakai untuk membangun PJU yang baru.

Kata Djasman, timnya bekerja hingga malam untuk memantau dan memperbaki 2.000 lampu jalan yang mati dan rusak tahun lalu. Dan itu akan terus diperbaiki dan akan terus dilanjutkan hingga tahun ini.

Di tengah keterbatasan tenaga, peralatan dan anggaran, mereka harus kerja keras agar segala persoalan itu bisa tuntas.

Dengan anggaran yang sedikit, dirinya tetap harus mengganti bola lampu PJU yang rusak.

Jika bola lampunya yang rusak, maka mudah menyelesaikannya. Tapi, kalau jaringannya yang rusak, lebih sulit lagi dan butuh waktu lama. Timnya harus mencari dimana titiknya yang rusak. Inilah yang membuat pekerjaan mereka kadang lama.

Selain itu, tenaga teknisnya sangat terbatas. Bisa dibandingkan dengan PLN Tanjungpinang yang dua rayon dan setiap rayon tenaga teknisnya hampir 60 orang.

Sedangkan Disperkim sendiri hanya memiliki 15 tenaga teknis untuk mengurusi lampu itu. Jadi sangat terbatas.

Karena itulah, dia menggunakan sistem antrean. Pengaduan dari masyarakat ditampung semua, dicacat dan dipilah mana yang skala prioritas untuk segera dikerjakan.

Setelah menerima pengaduan, tim lalu turun ke lokasi melihat apa persoalannya. Harus periksa dulu. Jadi tak asal-asalan kerjanya, karena ini menyangkut listrik yang membahayakan nyawa pekerja.

Apabila persoalan kerusakan sudah diketahui, maka diambil langkah untuk menyelesaikannya. Dan persoalan di tiap tiang PJU tidak sama.

Ada sebagian lampu yang menyala, sebagian lagi tidak. Ada yang tak menyala semua, meski sebagian bola lampunya masih ada yang bagus.

Djasman mengatakan, tidak bisa memperbaikinya sekaligus mengingat jumlahnya yang banyak, keterbatasan anggaran dan juga teknisi yang sedikit.

Dia meminta masyarakat bersabar, selagi masih ada anggaran pemeliharaan rutin di kas mereka, lampu-lampu yang mati itu akan diperbaiki. Jika tidak tuntas semua tahun ini, akan dilanjutkan tahun depan.

Walikota Tanjungpinang, Hj Rahma menuturkan, pihaknya fokus memperbaki dan memasang PJU di tengah masyarakat. Ini juga bertujuan menghidupkan perekonomian bagi pelaku UMKM sampai malam hari.

”Kami fokus secara bertahap memperbaiki dan memasang PJU yang baru. Tentu masih ada yang rusak atau padam namun lebih banyak yang sudah diperbaiki,” ucap Rahma.

Ia menuturkan akan terus membangun penerangan dari satu kawasan ke kawasan lainnya.

Hj Rahma menuturkan, tim melalui Disperkim Kota Tanjungpinang fokus mendata kawasan-kawasan yang belum ada PJU. Bahkan sebagiannya ada yang menerima pengaduan dari warga.

Dia juga bangga dengan kinerja Disperkim yang bekerja hingga malam untuk memperbaiki lampu PJU yang rusak.

”Sampai malam loh Pak Djasman itu kerja. Saya sendiri berapa kali melihatnya. Kalau ditanya apa kita fokus PJU, dari dulu kita fokus. Pelan-pelan kita selesaikan,” katanya, baru-baru ini.

Memang, sejak masih anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Rahma merupakan wakil rakyat yang paling getol mengurusi lampu jalan ini.

Hal ini juga yang membuatnya ingin maju sebagai calon wakil kepala daerah saat itu agar bisa berbuat lebih banyak. Kini, Rahma telah menjadi Walikota.

Impiannya sejak dewan untuk menjadikan kota ini terang di segala sudut mulai direalisasikan perlahan-lahan. Masih ada waktu untuk menuntaskannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.