Kabar Pasien WNA Tiongkok di RSUP Ahmad Thabib Disebut Tertular Virus Corona Hoaks

3951
Tanjungpinang
Rumah Sakit Umum Pemerintah (RSUP) Raja Ahmad Thabib (foto: Istimewa)

TANJUNGPINANG | Warta Rakyat – Sebuah pesan hoaks menyebutkan adanya seorang pasien di Rumah Sakit Umum Pemerintah (RSUP) Raja Ahmad Thabib tertular virus corona beredar luas di aplikasi pesan WhatsApp baru-baru ini.

Adapun narasi dari pesan hasil tangkapan layar (screnshoot) percakapan di group ICU RS Raja Ahmad yang diperoleh redaksi Warta Rakyat sebagai berikut:

“Di igd rsup sedang ada pasien susp virus corona rujukan dr lagoi” tulis icu k’ Mimi.

Tangkapan layar (srenshoot) percakapan di group ICU RS Raja Ahmad yang beredar di media sosial

Menanggapi kabar hoax tersebut, Direktur RSUP Raja Ahmad Thabib, dr. Elfiani Sandri mengatakan, hingga saat ini kasus virus corona atau penularan antara manusia ke manusia belum ditemukan di RSUD Ahmad Thabib, Minggu (26/1).

Tanjungpinang

“Itu tidak benar. Itu bukan virus MERS CoV, tapi Ispa,” katanya saat dihubungi, Minggu (26/1) malam.

Kepada wartawan Ia mengatakan, terkait beredarnya hasil percakapan internal antara ICU dan IGD di media sosial facebook dan WhatsApp terdapat informasi yang terputus.

“Saya juga nggak ngerti, kok hanya screnshoot MERS CoV saja yang disebarkan, kenapa ISPA-nya tidak,” tandasnya.

Ia menjelaskan, bahwa pihaknya memang melayani pasien warga negara asing (WNA) asal tiongkok berusia 3 tahun pada minggu pagi. Namun bukan penyakit virus corona yang beredar luas di masyakat.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, pasien tersebut hanya mengalami peradangan tenggorokan atau Inpeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA),” ungkapnya.

“Pasiennya anak-anak, kita sudah periksa, lab juga dan sudah dikonsultasikan dengan dokter anak ternyata ISPA,” lanjutnya.

Meski demikian, dr. Elfiani Sandri menghimbau agar warga masyarakat memilki kesadaran untuk menjaga diri melakukan perlindungan kesehatan sedini mungkin.

“Ketika menderita batuk, demam, si penderita juga harus sadar supaya menggunakan masker agar tidak menyebar ke sekitarnya,” tuturnya.

Selain itu, sambungnya, bagi masyarakat yang bertugas di bagian kesehatan dan pelayanan kesehatan juga agar tetap menggunakan sarung tangan dan masker.

“Setiap kita menerima pasien atau setelah menangani pasien harus menerapkan hand and hide (cuci tangan,red),” tukasnya.

Pewarta: Prengki
Editor.    : Lestari

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.