Organisasi Mahasiswa Ajak Masyarakat Tolak People Power

293
Perwakilan organisasi salam kompak usai buka bersama di Cafe Keboon, Kilometer 5 Tanjungpinang, Selasa (21/5).

TANJUNGPINANG | Warta Rakyat – Sejumlah organisasi kemahasiswaan di Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) membuat pernyataan sikap usai buka bersama di Cafe Keboon, Kilometer 5 Tanjungpinang, Selasa (21/5).

Himbaun itu selain mengajak masyarakat untuk mempererat tali silahturahmi yang sempat terputus akibat perbedaan pendapat dan pilihan saat pemilu 2019, salah satu diantaranya menghimbau masyarakat dan mahasiswa agar tidak terpengaruh dengan gerakan people power.

Ketua GMKI Tanjungpinang, Rediston sirait mengatakan, people power sesungguhnya sudah dilakukan pada saat 17 April lalu.

“Inilah sesungguhnya implementasi nyata dari UUD 1945 pasal 1 ayat 2 tersebut. Negara Indonesia berkedaulatan rakyat dan dilaksanakan berdasarkan UU,” ujarnya.

Dirinya sangat menyayangkan ada sekelompok elit yang diduga sengaja ingin mendagradasi hasil keputusan Resmi KPU secara inkonstitusional dengan mengaungkan people power.

“Inilah yang membuat adanya distorsi politis, sehingga terkesan adanya dikotomi masyarakat yang terbentuk. Namun, kami komitmen pada saat ini menjaga persatuan dan kesatuan bangsa adalah hal yang mutlak,” ujar rediston.

“Mari kita hargai prosedur hukum yang ada, dan jalankan tahap-tahapan demokrasi yang berlaku di negeri ini,” sambungnya.

Ditempat yang sama, Ketua PMII Pandi Ahmad Simangunsong menegaskan, pihaknya tidak hanya menolak melainkan ikut melawan pihak yang menggaung-gaungkan people power tersebut.

Pembacaan deklarasi diwakili setiap perwakilan organisasi Cipayung Plus GMKI diwakili Rediston Sirait, GMNI diwakili Rendi, PMII diwakili Pandi Ahmad Simangunsong, IMM diwakili Agung Yuda Pratama, Hima Persis diwakili Budi Prasetyo dan GMB diwakili Ogi Silalahi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.