461 Warga Karimun Terserang ISPA dalam Sepekan

Ilustrasi ISPA

KARIMUN | WARTA RAKYAT — Kabut asap yang menebal di Kabupaten Karimun menjadi perhatian serius bagi kesehatan masyarakat.

Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun mencatat 461 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) selama pekan ke-41, periode 11–17 Oktober 2026.

Bacaan Lainnya

Peningkatan kasus tersebut terjadi saat kabut asap menebal dan kualitas udara memburuk.

Paparan partikel asap berpotensi mengiritasi saluran pernapasan, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Soerjadi, Jumat (23/10) sore.

Ia mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar ruangan saat udara berasap, menggunakan masker yang sesuai apabila harus beraktivitas di luar, serta menjaga kualitas udara di dalam rumah.

Selain itu, Soerjadi juga meminta masyarakat tidak membakar sampah atau lahan yang dapat memperburuk pencemaran udara.

“Jika mengalami sesak napas, batuk berkepanjangan, atau keluhan pernapasan yang memburuk, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat,” imbaunya.

Angka 461 kasus menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan bersama. Pemantauan kualitas udara dan perkembangan kasus ISPA diperlukan agar langkah perlindungan kesehatan masyarakat dapat dilakukan secara tepat.

Dibeeitakan sebelummnya, BMKG memprakirakan kualitas udara berangsur membaik dan berpotensi masuk kategori Baik pada 26–27 Oktober.

Meski demikian, masyarakat diminta tidak lengah karena kondisi tersebut masih bergantung pada perkembangan cuaca dan arah angin.

Kewaspadaan bersama menjadi kunci melindungi kesehatan masyarakat Karimun selama kualitas udara belum sepenuhnya stabil. (Nov)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses