KARIMUN | WARTA RAKYAT – Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Karimun diwujudkan Himpunan Keluarga Kabupaten Agam (HKKA) Kabupaten Karimun melalui aksi sosial pembagian 5.000 masker gratis di sejumlah titik keramaian, Minggu (18/10/2026).
Aksi peduli tersebut menyasar beberapa lokasi strategis, di antaranya Tugu MTQ Coastal Area, Pasar Puan Maimun, kawasan lampu merah Sungai Lakam, serta sejumlah titik keramaian lainnya.
Kegiatan ini melibatkan pengurus dan anggota HKKA Kabupaten Karimun dengan dukungan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Karimun sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat di tengah menurunnya kualitas udara akibat kabut asap yang dikaitkan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Ketua HKKA Kabupaten Karimun, Nurhidayat, menegaskan bahwa pembagian masker merupakan langkah nyata untuk membantu masyarakat mengurangi paparan partikel berbahaya saat beraktivitas di luar ruangan.
“Di tengah kondisi kabut asap yang menyelimuti Karimun, kami ingin hadir dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Pembagian 5.000 masker ini merupakan bentuk kepedulian HKKA agar masyarakat lebih waspada dan tidak mengabaikan kesehatan pernapasan,” ujarnya.
Menurut Dayat panggilan akrabnya, kepedulian terhadap dampak kabut asap tidak cukup hanya melalui imbauan, tetapi juga perlu diwujudkan dalam aksi nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Ia juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan dan penyakit tertentu yang dapat memperburuk kondisi ketika terpapar polusi udara.
“Gunakan masker yang sesuai saat harus beraktivitas di luar ruangan dan kurangi kegiatan di luar rumah apabila tidak mendesak. Kami berharap masyarakat tetap menjaga kesehatan dan saling mengingatkan agar dampak kabut asap dapat diminimalkan,” tambah Dayat.
Ia menyampaikan, kabut asap berpotensi membawa partikel halus dan polutan yang dapat mengiritasi mata serta saluran pernapasan.
Paparan polusi udara juga dapat memperburuk kondisi kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk menggunakan masker yang sesuai dengan tingkat paparan, membatasi aktivitas luar ruangan, serta menutup pintu dan jendela ketika kondisi udara di luar memburuk.
Warga juga dianjurkan menjaga kebersihan diri setelah beraktivitas di luar ruangan dan tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan.
“Apabila mengalami sesak napas, batuk berat, atau keluhan kesehatan yang memburuk, masyarakat diminta segera mencari pertolongan medis di fasilitas kesehatan terdekat,” imbau Dayat.
Melalui aksi pembagian 5.000 masker ini, HKKA Kabupaten Karimun berharap tumbuh kesadaran kolektif bahwa menjaga kesehatan di tengah kabut asap merupakan tanggung jawab bersama.
“Bagi HKKA, kepedulian bukan sekadar imbauan, melainkan tindakan nyata untuk melindungi masyarakat,” pungkas Dayat.(Nov)






