KARIMUN | WARTA RAKYAT – Pengembangan pertanian padi di Kabupaten Karimun mulai menunjukkan hasil positif.
Panen padi di Desa Pangke, Kecamatan Meral Barat, Sabtu (17/10/2026), menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Karimun untuk memperluas lahan pertanian sekaligus memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan daerah.
Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano Bawole, mengatakan perkembangan pertanian padi di Karimun menunjukkan potensi yang menjanjikan.
Saat ini, terdapat enam titik kegiatan pertanian padi yang tersebar di Kecamatan Meral, Meral Barat, dan Tebing.
“Ini membuktikan bahwa tanah Karimun memiliki potensi untuk ditanami padi dengan dukungan teknik budidaya yang tepat dan teknologi modern. Pemerintah daerah berkomitmen mendukung petani melalui penyediaan bibit, pupuk, peralatan, serta fasilitas penunjang lainnya,” ujar Rocky.
Panen di Kampung Suka Maju RT 001 RW 003, Desa Pangke, kali ini mencakup lahan sekitar 0,25 hektare, setelah sebelumnya dilakukan panen pada lahan seluas 0,2 hektare.
Keberhasilan tersebut menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan potensi lahan pertanian lokal.
Pemkab Karimun menargetkan pengembangan penanaman padi hingga 20 hektare pada 2027.
Dukungan perluasan lahan juga direncanakan melalui kontribusi masing-masing satu hektare dari Bupati dan Wakil Bupati, serta tambahan dua hektare dari Tim Penggerak PKK Kabupaten Karimun.
Rocky menegaskan, pengembangan pertanian tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga kesejahteraan petani dan penguatan kemandirian pangan masyarakat.
“Kami ingin pertanian padi ini terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Terima kasih kepada seluruh petani yang telah bekerja keras, menjaga semangat gotong royong, dan membuktikan bahwa sektor pertanian Karimun memiliki masa depan yang baik,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Pangke, Junaidi, menyampaikan bahwa lahan padi di desanya telah mencapai hampir dua hektare, tersebar di tujuh titik yang terdiri atas tiga ladang dan empat sawah.
Lahan yang telah dibuka mencapai sekitar lima hektare, dengan target perluasan menjadi 10 hektare hingga akhir tahun.
Menurut Junaidi, kegiatan pertanian tersebut juga memberikan dampak ekonomi bagi lebih dari 30 warga lanjut usia (lansia) di sekitar kawasan persawahan.
Ke depan, pengembangan lahan ditargetkan mencapai 20 hingga 30 hektare melalui kolaborasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS), Dinas PUPR, dan instansi terkait.
Selain menjadi sentra pertanian, kawasan persawahan Desa Pangke mulai dikembangkan sebagai potensi wisata pedesaan.
Lebih dari 400 pengunjung tercatat telah datang, membuka peluang pengembangan jasa wisata sekaligus memperluas sumber pendapatan masyarakat setempat.
Kegiatan panen tersebut turut dihadiri Kapolsek Meral dipegang oleh AKP Wardi Purbowo, Kodim 0317/TBK, Anggota DPRD Karimun Muhammad Firdaus, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Perikanan, Ketua TP-PKK Kabupaten Karimun Hj. Siti Rojiah Iskandarsyah, Ketua YKI Cabang Kabupaten Karimun Lisa Amrianti Rocky Bawole, serta masyarakat.
Pengembangan pertanian padi di Pangke diharapkan menjadi langkah strategis dalam mendorong produktivitas lahan, memperkuat ketahanan pangan, dan menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat Kabupaten Karimun. (Nov)






