PT TIMAH Dorong Kemandirian Desa Sawang Laut, dari Budidaya Kakap hingga Terasi Belacan Cinta

PT TIMAH Dorong Kemandirian Desa Sawang Laut, dari Budidaya Kakap hingga Terasi Belacan Cinta. (Foto: Ist/Warta Rakyat)

KARIMUN | WARTA RAKYAT – PT TIMAH (Persero) Tbk terus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan potensi lokal di Desa Sawang Laut, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.

Program berkelanjutan ini membuka peluang usaha, meningkatkan keterampilan, serta memperkuat ekonomi masyarakat desa.

Bacaan Lainnya

Berbagai program telah dikembangkan, mulai dari budidaya ikan kakap putih, usaha ayam petelur, hidroponik, bank sampah, hingga pengolahan udang rebon menjadi terasi.

Dukungan sosial, keagamaan, dan fasilitas desa turut menjadi bagian dari kontribusi perusahaan.

Kepala Desa Sawang Laut, Jefrizal, mengatakan program PT TIMAH memberikan manfaat nyata dengan membuka kesempatan bagi warga untuk mengembangkan usaha berbasis potensi lingkungan.

“Alhamdulillah, masyarakat sudah mulai merasakan manfaatnya. Mereka mendapatkan ilmu dan keterampilan baru. Kegiatan ini setidaknya bisa menjadi usaha sampingan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Jefrizal.

Salah satu program yang berkembang ialah Kelompok Wanita Tani (KWT) Lanjut Lestari yang mengolah udang rebon menjadi terasi bermerek Belacan Cinta.

Potensi hasil laut yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal kini diolah menjadi produk bernilai ekonomi.

Ketua KWT Lanjut Lestari, Susilawati, mengungkapkan bahwa pendampingan PT TIMAH bersama Pokdakan Tuah Bersatu membantu kelompoknya mempelajari proses produksi hingga mampu menghasilkan terasi secara mandiri.

“Awalnya kami tidak tahu cara membuat belacan, tapi setelah diberikan pelatihan, sekarang kami sudah bisa memproduksi sendiri,” kata Susilawati.

Dukungan perusahaan juga mencakup penyediaan sarana produksi, mulai dari peralatan dan mesin hingga pembangunan rumah produksi.

Fasilitas tersebut menjadi modal penting bagi kelompok perempuan untuk mengembangkan usaha dan memperluas nilai tambah hasil laut.

Di sisi lain, Jefrizal berharap program pemberdayaan terus berlanjut dan menjangkau kebutuhan strategis masyarakat, termasuk akses pendidikan.

Ia mendorong adanya beasiswa bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar dapat melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.

Bagi masyarakat Sawang Laut, pemberdayaan bukan sekadar menghadirkan bantuan, melainkan membuka jalan agar potensi desa dapat berkembang menjadi sumber penghidupan.

Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, potensi lokal diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi sekaligus membuka harapan baru bagi generasi mendatang. (Nov)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses