Siti Rojiah Iskandarsyah Dorong Batik Karimun Naik Kelas, Fashion Show Dekranasda Kecamatan Siap Warnai Puncak HUT ke-27

Siti Rojiah Iskandarsyah Dorong Batik Karimun Naik Kelas, Fashion Show Dekranasda Kecamatan Siap Warnai Puncak HUT ke-27. (FOTO: Nov/WARTA RAKYAT)

KARIMUN | WARTA RAKYAT – Batik Karimun tak sekadar warisan budaya, tetapi juga identitas daerah yang menyimpan filosofi, kearifan lokal, dan kekayaan bahari.

Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Karimun, Ny Hj Siti Rojiah Iskandarsyah, berharap batik khas daerah terus berinovasi tanpa meninggalkan akar budaya negeri.

Bacaan Lainnya

“Saya berharap batik Karimun terus berinovasi sesuai kearifan lokal sebagai warisan negeri tercinta,” ungkapnya, Jumat, 2 Oktober 2026.

Komitmen tersebut akan ditampilkan melalui peragaan busana atau fashion show yang melibatkan para Ketua Dekranasda Kecamatan pada malam puncak Hari Jadi ke-27 Kabupaten Karimun.

“Insya Allah, di malam puncak Hari Jadi ke-27 Kabupaten Karimun nanti, akan ada fashion show ibu-ibu Ketua Dekranasda Kecamatan untuk mengenalkan batik Karimun kepada masyarakat,” ujar Ny Hj Siti Rojiah.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas kecintaan masyarakat terhadap produk kerajinan lokal sekaligus memperkenalkan batik Karimun sebagai identitas budaya yang memiliki nilai estetika dan filosofi.

Karimun sendiri memiliki delapan motif utama batik khas yang telah dipatenkan Pemerintah Kabupaten Karimun, yakni Udang Galah Beriring, Pokok Sagu Berayun, Tampuk Manggis Bunga Melur, Daun Sukun, Tampuk Manggis Sirih Raja, Wajik Tersamar, Jong Sri Gelam, dan Ikan Kurau.

Setiap motif merepresentasikan nilai luhur masyarakat, mulai dari kerendahan hati, ketangguhan, kesucian, keadilan, kepedulian, hingga karakter bahari dan kekayaan laut Karimun.

Kekayaan motif tersebut semakin berkembang dengan hadirnya motif gugusan pulau Karimun yang sempat mencuri perhatian pada pelantikan Dekranasda Kabupaten Karimun.

Motif ini mempertegas karakter geografis Karimun sebagai daerah kepulauan sekaligus menghadirkan identitas bahari dalam balutan seni batik.

Melalui inovasi, promosi, dan keterlibatan Dekranasda di tingkat kecamatan, batik Karimun diharapkan semakin dikenal luas, tidak hanya sebagai busana tradisional, tetapi juga produk kerajinan bernilai ekonomi yang mampu mengangkat kreativitas pengrajin lokal.

“Melestarikan batik bukan sekadar menjaga warisan leluhur, melainkan merawat identitas daerah agar terus hidup, berinovasi, dan diwariskan kepada generasi mendatang,” pungkas Ny Hj Siti Rojiah. (Nov)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses