Bupati Ing Iskandarsyah Bawa Karimun Catat Inflasi Terendah se-Kepri, Ungguli Batam dan Tanjungpinang

Bupati Ing Iskandarsyah Bawa Karimun Catat Inflasi Terendah se-Kepri, Ungguli Batam dan Tanjungpinang. (FOTO: Nov/WARTA RAKYAT)

KARIMUN | WARTA RAKYAT – Setelah meraih penghargaan sebagai pemerintah daerah berkinerja terbaik II se-Sumatera, kini Karimun mencatatkan inflasi tahunan terendah di Provinsi Kepulauan Riau, mempertegas konsistensi daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.

Rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Karimun pada Kamis (1/10/2026) mencatat, inflasi tahunan atau year-on-year (September 2026 terhadap September 2025) Kabupaten Karimun berada di angka 1,63 persen.

Bacaan Lainnya

Capaian tersebut menempatkan Karimun di bawah Kota Batam yang mencatat inflasi 3,65 persen, Tanjungpinang 3,76 persen, serta angka inflasi Provinsi Kepulauan Riau dan nasional.

Di tengah dinamika harga kebutuhan pokok, angka tersebut menjadi indikator tersendiri atas upaya pengendalian inflasi yang melibatkan pemerintah daerah, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta dukungan para pelaku usaha dan pedagang.

Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang di tengah masyarakat.

“Terima kasih kepada seluruh tim Forkopimda dan TPID yang telah memberikan dukungan. Apresiasi juga kepada para pelaku usaha dan pedagang yang telah bersama-sama menjaga harga barang tetap stabil,” ungkapnya.

Menurut Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama, bukan semata-mata keberhasilan pemerintah daerah.

“Sinergi lintas sektor menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ujarnya.

Berdasarkan data BPS, Kabupaten Karimun pada September 2026 mengalami inflasi bulanan sebesar 0,54 persen dibandingkan Agustus 2026, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,34.

Sementara inflasi tahun kalender atau year-to-date hingga September 2026 tercatat 0,94 persen.

Meski inflasi bulanan Karimun tercatat lebih tinggi dibandingkan Batam sebesar 0,26 persen dan Tanjungpinang sebesar 0,12 persen, secara tahunan Karimun justru mencatat tingkat inflasi paling rendah di antara ketiga wilayah tersebut.

Secara regional, inflasi Kepulauan Riau pada September 2026 tercatat sebesar 0,27 persen.

Tekanan inflasi Karimun pada September terutama berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi 0,95 persen dengan andil 0,37 persen.

Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran mengalami inflasi 1,20 persen dengan andil 0,09 persen, disusul kelompok pendidikan sebesar 1,37 persen dengan andil 0,06 persen.

Kenaikan harga daging ayam ras, cabai merah, dan bawang merah menjadi sejumlah komoditas yang turut mendorong inflasi.

Khusus daging ayam ras, kenaikan harga telah berlangsung sejak awal September. Kondisi tersebut dipengaruhi kenaikan harga pakan dan bibit ayam atau day-old chick (DOC), keterlambatan rantai panen pasokan lokal, serta tingginya harga pasokan ayam dari luar daerah, terutama Pekanbaru, yang membuat harga masuk sulit menyesuaikan dengan harga pasar Karimun.

Di sisi lain, penurunan tarif angkutan udara turut menahan laju inflasi di Batam dan Tanjungpinang serta memberikan pengaruh terhadap perkembangan inflasi regional Kepulauan Riau.

Sejumlah komoditas seperti kacang panjang, kangkung, minyak goreng, tomat, sotong segar, dan emas perhiasan tercatat memberikan andil terhadap penurunan tekanan harga.

Secara tahunan, tekanan inflasi Karimun terutama bersumber dari kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 5,09 persen dengan andil 0,36 persen, kelompok transportasi sebesar 2,63 persen dengan andil 0,31 persen, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 3,52 persen dengan andil 0,29 persen.

Capaian inflasi tahunan 1,63 persen ini menjadi catatan penting bagi Karimun, terutama setelah keberhasilan meraih predikat pemerintah daerah berkinerja terbaik II se-Sumatera.

Tantangan Pemerintah Kabupaten Karimun berikutnya adalah mempertahankan sinergi pengendalian harga, memastikan kelancaran pasokan bahan pokok, serta menjaga agar stabilitas ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Karimun bukan hanya mencatat prestasi di tingkat regional dan Sumatera, tetapi juga memperkuat fondasi pembangunan ekonomi daerah yang bertumpu pada kolaborasi dan kepentingan masyarakat. (Nov)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses