BP Tanjungpinang Dampingi DPR RI Tinjau Industri Perikanan Budidaya di Kawasan FTZ Dompak

Kepala BP FTZ Tanjungpinang, Cokky Wijaya Saputra (kanan) saat mendampingi Tim Komisi IX DPR RI yang sedang melakukan peninjauan lapangan, Rabu (22/04) siang.

TANJUNGPINANG | WARTA RAKYAT – Badan Pengusahaan (BP) Tanjungpinang terus menggesa pengembangan infrastruktur di kawasan FTZ Dompak, yaitu pembangunan jalan, gorong-gorong hingga penerangan jalan.

Hal itu diungkapkan Kepala BP FTZ Tanjungpinang, Cokky Wijaya Saputra disela-sela kegiatan mendampingi Tim Komisi IX DPR RI yang sedang melakukan peninjauan lapangan di lokasi tersebut pada Rabu (22/04/2026) siang.

Cokky mengatakan, peninjauan ke tambak undang milik PT Win Win Shrimp yang berlokasi di kawasan FTZ Dompak tersebut merupakan salah satu agenda utama kunjungan kerja komisi IX DPR RI selama dua hari di Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

“Kegiatan ini dilakukan guna melihat secara langsung penerapan prinsip keselamatan dan kesehatan Kerja (K3),” kata Cokky Wijaya Saputra.

Cokky mengungkapkan, bahwa area tersebut merupakan salah satu sektor industri budidaya perikanan udang vaname. Sehingga lanjutnya, melalui kunjungan ini komisi IX DPR RI melihat kondisi operasional di lapangan, termasuk potensi besar usaha sebagai motor penggerak investasi.

“Dalam satu kawasan Tanjung Moco Kelurahan Dompak ini, selain kita berikan kemudahan fasilitas FTZ kita juga sedang melengkapi infrastrukturnya,” jelas Cokky.

Diketahui kegiatan industri perikanan yang dijalankan PT Win Win Shrimp, diatas lahan seluas 40 Ha, dengan memiliki 200 unit kolam, pemilik usaha telah menjalankan bisnis dalam beberapa tahun terakhir.

Pantauan Tim redaksi Wartarakyat.com di lokasi itu terlihat sejumlah pekerja proyek sedang membangun gorong-gorong permanen, serta tahap pengerasan jalan sebelum dilakukannya pengaspalan.

Cokky juga mengungkapkan, selain budidaya udang vaname, tak jauh dari lokasi itu juga akan beroperasi budidaya kerambah ikan kerapu cantang.

“Investasi di kawasan FTZ ini terus bertambah, yakni budidaya ikan kerapu cantang yang berorientasi ekspor,” ujarnya.

Kegiatan investasi itu, lanjutnya saat ini sedang berjalan dalam proses pembangunan lokasi. Terkait kegiatan operasionalnya, dirinya memperkirakan akan beroperasi dalam beberapa bulan kedepan.

Cokky berharap, pengelolaan kawasan FTZ Dompak serta Central Business District (CBD) di Senggarang bisa terus berkembang sesuai rencana awal.

“Bagi pemilik lahan khususnya pemegang sertifikat hak guna bangunan (HGB) segera memanfaatkan fasilitas FTZ, kami akan mendukung 100 persen,” himbaunya.

Sementara itu Nihayatul Wafiroh selaku Ketua Tim rombongan komisi IX DPR RI, mengapresiasi dukungan kebijakan yang telah diberikan oleh Pemerintah Daerah Kepri.

“Sektor ini kami nilai cukup menjanjikan, dan tentu saja dapat mendukung pertumbuhan ekonomi serta lapangan kerja baru, karena produktivitas nya yang tinggi, margin keuntungan besar serta permintaan ekspor yang kuat,” ujar Nihayatul Wafiroh.

Senada hal itu, menyambut baik kunjungan Komisi IX DPR RI, selain itu pihaknya sangat mengharapkan dukungan pemerintah pusat untuk terus meningkatkan produksi udang vaname.

“Provinsi Kepri memiliki potensi perikanan sangat beser, mencapai 1,1 juta ton pertahun. Potensi ini masih dapat ditingkatkan pemanfaatannya secara optimal,” ungkap Luki.*

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses