Buka Pesantren Ramadhan 1447 H, Bupati Karimun Iskandarsyah: Menguatkan Nilai Keagamaan Pelajar

Foto bersama usai Pesantren Ramadhan 1447 Hijriah di di aula Darun Nadwa Masjid Agung Karimun, Sabtu (28/2/2026).

KARIMUN | WARTA RAKYAT – Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Karimun bekerja sama dengan KPPM Shadiq menggelar Pesantren Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Kegiatan yang mengusung tema “Merajut Harmoni Dalam Iman dan Takwa: Ramadhan Momentum Perubahan” dilaksanakan di aula Darun Nadwa Masjid Agung Karimun, Sabtu (28/2/2026).

Bacaan Lainnya

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Karimun, Iskandarsyah. “Saya sangat menyambut baik dan mendukung Pesantren Ramadhan ini,” ujarnya.

Disampaikan Bupati Iskandarsyah, menyampaikan kegiatan tersebut sangat positif. Karena salah satu cara membina, membimbing, dan menguatkan nilai-nilai keagamaan kepada pelajar.

Lanjutnya, bulan suci Ramadhan merupakan momentum penting untuk refleksi diri sekaligus pembentukan karakter.

Pesantren Ramadhan ini maupun pesantren kilat di sekolah-sekolah menjadi ruang pembelajaran yang tidak hanya meningkatkan pemahaman agama, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, serta semangat perubahan menuju masa depan yang lebih baik.

“Jadikan Ramadhan sebagai momentum memperbaiki diri dan memperkuat keimanan,” pesan Bupati Iskandarsyah.

Ketua DMI Kabupaten Karimun, Wahyu Amirullah, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman keagamaan serta membentuk karakter islami di kalangan pelajar.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa tidak hanya memahami ajaran Islam secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pesantren Ramadhan ini juga menjadi sarana pembentukan akhlak dan disiplin bagi pelajar,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Komunitas Peduli Pemuda Muslim Shalih Cendekia (KPPM SHADIK), Maswan Amin, mengatakan Pesantren Ramadhan diikuti sekitar 50
siswa-siswi SMA, SMK dan MA yang ada di Pulau Karimun.

Ia berharap, dengan adanya Pesantren Ramadhan ini diharapkan para siswa dapat lebih memahami ajaran Islam secara komprehensif serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Kegiatan ini juga bertujuan untuk menumbuhkan kepedulian dan empati terhadap sesama,” tambah Maswan Amin. (Nov)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses