35.696 Ekor Ayam Hidup Diekspor ke Singapura

Ayam
Petugas Karantina Pertanian Tanjungpinang memeriksa ayam yang akan diekspor ke Singapura melalui Pelabuhan Sri Payung Baru 6 Tanjungpinang

TANJUNGPINANG | WARTA RAKYAT – Karantina Pertanian Tanjungpinang melakukan sertifikasi 35.696 ekor ayam broiler hidup yang akan diekspor ke Singapura.

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad melepas ekspor perdana tersebut melalui Pelabuhan Sri Payung Batu Enam, Jumat (7/7/2023).

Bacaan Lainnya

PT CA (JAPFA Group) telah membangun fasilitas peternakan ayam di Kecamatan Gunung Kijang, Bintan, khusus untuk ekspor.

Ayam yang diekspor dikemas dalam kotak keranjang dengan total 2.952 keranjang, menggunakan 6 kontainer terbuka ukuran 40ft

Karantina Pertanian Tanjungpinang mencatat, ekspor perdana ini telah menyumbang nilai ekspor sebesar Rp2,1 miliar.

Sebelum dilakukan sertifikasi, Pejabat Karantina Pertanian telah melakukan serangkaian tindakan karantina, diantaranya adalah pemeriksaan.

Pemeriksaan Karantina meliputi pemeriksaan administrasi untuk memastikan kelengkapan dokumen persyaratan, selanjutnya dilakukan pemeriksaan fisik dan kesehatan.

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan jumlah ayam yang dibawa sesuai dengan yang tertera di dokumen dan dipastikan ayam yang dikirim sehat.

“Ayam broiler yang akan diekspor telah memenuhi persyaratan dan dinyatakan sehat, sehingga sertifikat kesehatan hewan (KH-11) dapat diterbitkan dan ayam tersebut dapat dikirim ke Singapura,” ungkap Harnengsih, Dokter Hewan Karantina Pertanian.

Harnengsih menambahkan, bahwa pemilik telah memenuhi persyaratan sertifikat kompartemen bebas Avian Influenza (AI) dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan RI, Hasil Uji Laboratorium dari Balai Veteriner Bukittinggi untuk Uji Salmonella, Hasil Uji Laboratorium dari Balai Veteriner Wates untuk uji Salmonella enteriditis, serta Surat Keterangan Kesehatan Hewan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bintan.

Ansar Ahmad, dalam sambutannya menyatakan bahwa pemerintah pusat telah menggagas gerakan peningkatan ekspor pertanian dengan program Gratieks (Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor). Hal ini menjadi penting bagi kepala daerah dan stakeholder termasuk mitra dan pelaku usaha dalam mendorong komoditas ekspor.

“Hari ini merupakan catatan baru bagi kita. Melalui PT CA, kita mengekspor ayam hidup ke Singapora. Hal ini tidak mudah karena harus melalui proses biosecurity check yang sangat ketat. Dan ini adalah prestasi yang membanggakan,” ujar Ansar.

Kepala Karantina Pertanian Tanjungpinang, Aris Hadiyono, mengungkapkan Karantina Pertanian Tanjungpinang berkomitmen mendukung penuh kegiatan ekspor PT CA dengan asistensi dalam memenuhi dokumen yang dipersyaratkan negara tujuan.

Direktur PT CA, Anwar Tandiono menyampaikan, ekspor ayam hidup yang dilakukan pihaknya merupakan sejarah baru dalam dunia ekspor di Indonesia.

“Ini merupakan sejarah pertama kita bisa ekspor ayam hidup ke Singapura. Selama ini hanya dalam bentuk frozen atau beku,” ujarnya.

Anwar dalam kesempatan itu juga menyampaikan, ekspor yang dilakukan pihaknya tersebut sama sekali tidak mengganggu kebutuhan akan ayam hidup di pasar domestik.

“Ekspor ini akan terus kita kembangkan. dengan tidak mengganggu pasar domestik,” jelasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.