Ilustrasi

BATAM | Warta Rakyat – Salah satu keluarga yang berduka di Kota Batam, Kepri mengeluhkan biaya terlalu tinggi harga kargo satu jenazah rute Batam-Medan, yang dipatok oleh calo pria berinisial IH, Minggu malam (2/8/2020).

Pasalnya, biaya satu kargo jenazah termasuk biaya lain-lain seperti peti jenazah, ambulance dan harga tiket 3 orang ditetapkan sang calo sebesar Rp 13,5 juta.

Berdasarkan penelusuran media ini, total biaya keseluruhan hanya mencapai ± Rp 7 juta. Biaya tersebut meliputi peti jenazah (model biasa) Rp 2 juta, ambulance RSUD Embung Fatimah-Bandara Rp 500 ribu, harga kargo Batam-Medan Rp 3 juta dan tiket penumpang lion 3 orang Rp 1,5 juta.

Salah satu pihak keluarga Simanjuntak mengatakan, berawal saat pihaknya diperkenalkan oleh oknum pihak RSUD Embung Fatimah kepada seseorang diduga calo kargo jenazah rute Batam-Medan dan juga rute lainnya, pada Minggu (2/8/2020) malam.

Tanjungpinang

Saat itu pihak keluarga hendak menerbangkan jenazah esok harinya, Senin (3/8) menuju kampung halaman di Kutacane, Aceh Tenggara melalui rute Batam-Medan

Lantas pihak keluarga sepakat dengan harga yang ditawarkan lantaran tidak mengetahui persis standar harga dari pihak kargo Lion resmi, meskipun biaya tersebut merupakan pinjaman dari orang lain.

“Kami menyetujuinya karena kami tidak tau standar harga sebenarnya. Total biayanya Rp 12 juta dan harga tiket Rp 1,5 juta untuk 3 orang. Harga Rp 12 juta itu meliputi peti jenazah, ambulance dan kargo jenazah. Jadi kesepatakan awal semua berjumlah Rp 13,5 juta dan sudah ditransfer Rp 10 juta,” katanya.

Sementara itu Prengki Simanjuntak, S.IP, salah satu mewakili pihak keluarga mengaku terkejut dengan harga yang ditetapkan.

Ia mengungkapkan sangat menyayangkan perilaku calo inisial IH yang meraup keuntungan terlalu tinggi dari standar biaya kargo jenazah ditengah keluarga berduka.

“Saya rasa tidak pantas mengambli kesempatan keuntungan yang berlebihan dari keuarga yang berduka. Bisa ambil untung, tapi jangan sampai mencekik leherlah. Kasihan kan keluarga yang tak punya, jadinya pinjam sana pinjam sini,” kesalnya.

Prengki mengatakan, setelah mendengar keluhan keluarga, ia pun langsung menghubungi sang calo untuk re-negosiasi (negosiasi kembali) dan meminta hati nurani sang calo agar mengurangi harga yang telah disepakati.

Akhirnya, dari hasil re-negosiasi tersebut sang calo mengurangi harga menjadi Rp 10 juta.

“Tak wajar harga yang dibuat. Lion saja yang sudah pemilik pesawat hanya mengambil jasa kargo ± Rp 3 Juta. Ini calo masak ambil untung sampai Rp 7 jutaan. Akhirnya dia (calo) mau Rp 10 juta,” ujar Prengki Simanjuntak, Pemimpin Redaksi (Pemred) salah satu media online dan cetak di Kepulauan Riau ini.

Prengki Simanjuntak menambahkan, berdasarkan keterangan yang diperolehnya dari sang calo bahwa peruntukan uang  Rp 12 juta tersebut meliputi peti jenazah, ambulance, kargo jenazah dan jasa teman-teman sang calo dalam pengurusan dokumen lantaran mengurus di malam hari. Sedangkan sisanya Rp 1,5 juta untuk pembelian tiket penumpang lion 3 orang.

Namun, saat ia menanyakan kepada sang calo soal rincian harga, sang calo enggan menjawab. Calo tersebut hanya menyebut bahwa keluarga tidak keberatan atas harga yang ditawarkan.

“Kata calo itu bukan mutlak untuk dia (calo), disitu ada jasa kawan-kawannya yang urus tengah malam. Katanya mereka perorangan, freelance, bukan perusahaan agen,” ungkap mantan Ketua Panwaslu Bukit Bestari ini.

Ia berharap, agar pihak- pihak terkait menindak tegas para calo kargo jenazah yang kerap mematok harga terlalu tinggi atau melebihi harga batas kewajaran.

Sebab, lanjutnya, tidak semua keluarga yang berduka memiliki kehidupan ekonomi mapan.

“Harapannya, mudah-mudahan tidak terjadi lagi seperti ini. Karena tidak semua masyarakat punya uang banyak. Bisa saja jenazah ditebangkan karena permintaan keluarga dari kampung, meski harus meminjam uang demi keberangkatan jenazah,” tutupnya.

Terpisah, petugas Kargo Lion Batam, Qodri saat dihubungi mengatakan, bahwa biaya kargo jenazah rute bandara Batam-Kualanamo, lebih kurang Rp 3 juta.

“Kalau kita disini persiapannya kasarnya sekitar Rp 3 jutaan pak, tapi dibawah itu nanti rata-rata (kalau ke Medan ya). Saya bilang kasarnya itu Rp 3 jutaan pak,” ujar Qodri.

Qodri mengungkapkan jenazah yang akan diberangkatkan harus memenuhi kelengkapan dokumen, yakni surat keterangan dari Rumah Sakit dan pihak Kepolisian.

Selain itu, lanjut Qodri, pihak keluarga harus berkoordinasi ke pihak Kargo atau tiba di bandara lebih cepat dari jadwal keberangkatan pesawat.

“Kalau semua sudah lengkap dokumen itu sudah selesai. Kalo mau komunikasi, saya 24 jam standby HP. Pokoknya ada surat kepolisian, surat kematian, surat formalin dan karantina,” jelasnya.

“Kalau sudah selesai itu surat, bawa jenazah sama-sama suratnya, langsung kita terbangkan hari itu juga. Tapi harus komunikasi dulu biar kita aturkan pesawatnya,” sebutnya.

“Kalau berangkat jam 2, jenazah jam 10 pagi sudah harus disini,” tutupnya.

Pewarta : Marolop
Editor     : Lestari

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.