Warga Desa Rebo Sungailiat Bangka Demo Tolak Investasi PT Wahana Segar Alam

344
Warga menggelar unjuk rasa tolak rencana Investasi PT Wahana Segar Alam (WSA) yang ada di kawasan Pantai Rebo Sungailiat Bangka, Kamis (09/07).

BANGKA | Warta Rakyat – Ratusan masa yang tergabung di Aliansi masyarakat Rebo menggelar aksi unjuk rasa tolak rencana Investasi PT Wahana Segar Alam (WSA) yang ada di kawasan Pantai Rebo Sungailiat, Bangka, Kamis (09/07).

Koordinator Aksi demo Hendro, mengajak warga Desa Rebo menolak rencana investasi oleh PT WSA.

Warga membawa dan membentang poster menolak investasi mewarnai jalanya orasi.

Dalam orasi, warga menolak lantaran rencana pengelolaan lahan di Kawasan Hutan Lindung Pantai (HLP) Desa Rebo Kecamatan Sungailiat, Bangka itu dianggap tanpa koordinasi dengan masyarakat lokal sekitarnya.

“Kami menolak rencana pengelolaan pantai ini oleh PT Wahana segar Alam. Perusahaan ini tidak pernah berkoordinasi dengan kami selaku warga lokal. Kami minta Pak Gubernur Bangka Belitung mencabut ijin pengelolaan pantai oleh perusahan itu,” teriak Hendro, Koordinator aksi di hadapan ratusan warga dan aparat penegak hukum.

Sementara itu Kepala UPTD (Unit Pelaksana Tehnis Daerah) KPHP (Kesatuan Pengelola Hutan Produksi) Bambang Trisula menjelaskan, terkait aksi warga Desa Rebo hari ini merupakan hak dan upaya bersama dalam mewujudkan kepedulian terhadap lingkungan HPL.

“Siapapun warga boleh pinjam pakai kawasan hutan asalkan sesuai dengan peraturan dan mekanismenya. Warga sekarang ini sudah diberi hak untuk mengelola baik untuk wisata dan perkebunan yang penting jelas,” ungkap Bambang kepada WARTA RAKYAT.

Usai demo, Koordinator aksi meminta warga untuk membubarkan diri dengan tertib tanpa ada anarkis apapun.

“Sesuai aksi beberapa perwakilan masa agar ikuti kesepakatan perdamaian di kantor UPTD KPHP Sigambir Kota Waringin Desa Rebo Sungailiat,” tutup Koordinator.

Pewarta : Haryani
Editor     : Prengki

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.