Maju di Pilbup Humbahas, Harry Marbun: Saya Tulus Jadi Pelayan Dengan Gaji Rp 5 Juta

766
Harry Marbun (posisi berdiri) membuka visi misinya sebagai Bacabup Humbahas dihadapan masyarakat, selain Partai Gerindra.

HUMBAHAS | Warta Rakyat – Harry Marbun, Bakal Calon (Balon) Bupati Humbang Hasundutan menyampaikan, bahwa keinginan tekad dirinya sebagai calon Bupati didaerah penghasil kopi dan kemenyan itu, tulus hanya ingin menjadi pelayan dengan gaji Rp 5 juta.

Dia ingin melayani masyarakat agar maju berlandaskan keadilan, kebersamaan, tulus dengan cintah kasih.

Hal itu disampaikan Harry Marbun saat penyampaian visi misimya dihadapan masyarakat yang dibuka oleh Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) setempat, Jumat (15/11) di aula Martin Anugerah, Dolok Sanggul.

Kegiatan yang dimotori oleh DPC Partai Gerindra itu dihadiri oleh Ketua DPC Gerindra, Saut Parlindungan Simamora, Moratua Gajah, Chandra Mahulae, Darwin Marbun, E Simarmata, tokoh masyarakat, Patar Simamora, tokoh agama, dan ormas AMPI, Pasu Munte.

Dikatakan Harry, bahwa visinya bermimpi ingin mewujudkan Kabupaten Humbang Hasundutan kedepannya sejahtera, maju yang dilandasi keadilan, kebersamaan, ketulusan, kebenaran dan cinta kasih.

Adapun kesejahteraan itu, kata Harry, peningkatan infrastruktur disegala sektor. Dia menyebut, mulai pembangunan jalan, pertanian, perkebunan, pendidikan, kesehatan dan pariwisata.

“Apa artinya kita utamakan pertanian, tapi sektor infranstruktur jalannya tidak memadai. Jadi ini semua satu kesatuan,” imbuhnya.

Kemudian, dari kesejahteraan sektor itu, dia ingin pemerintah dan masyarakat bersinergi menciptakan kebersamaan, hingga muncul keadilan, ketulusan dan cinta kasih.

“Jadi sinergi ini sangat penting membangun sebuah Kabupaten. Sebab, seorang Bupati tidak bisa menyelesaikan seluruh Kabupaten jika tidak harmonis dengan masyarakat, legislatif, judikatif,” tuturnya.

Dari cinta kasih, menurut dia, tidak akan ada lagi bentuk-bentuk dinamika politik pemerintahaan.

“Bagaimana sinergi kabupaten ini lebih baik, sehingga tidak lagi didengar angket, Pelaksanaan APBD tidak terealisasi sehingga berdampak buruk terhadap pelayanan kepada masyarakat.

Dan ini tentunya PR bagaimana mengemplemensikan Humbahas itu milik bersama, bukan milik pribadi atau kepentingan pribadi. Kalau saya terpilih, bagaimana komunikasi satu sama laim biar berjalan dengan baik,” katanya.

Sebagai pelayan nantinya, tambah Harry, persoalan pengelolaan anggaran, dia ingin mencerminkan sebagai kepala daerah yang mampu mengelola tanpa ada uang balik ke negara.

“Apa artinya WTP, kalau uang balik sampai Rp 15 miliar, menurut saya itu bulshit karena tidak mencerminkan sebuah pengelolaan kabupaten yang sehat,” katanya.

Kemudian, masalah sektor pertanian, dia ingin mengembalikkan ke semula dan berkeinginan pertanian itu selektif. Sehingga, menurut dia, akan berdampak ke harga pasar nantinya.

“Pertanian tidak bisa coba-coba. Jadi kita harus mencerdaskan petani, tentu dengan meningkatkan sumber daya manusia dari sektor penyuluh,” ujar dia.

Menyangkut kesehatan, lanjut Harry, akan memberikan program pelayanan prima yang dapat betul-btul dirasakan masyarakat.

“Bagaimana caranya, kita harus mengadakan pelatihan kepada para medis, mulai dokter, perawat, bidan. sehingga peningkatan pelayanan kesehatan akan terwujud,” ujarnya.

Untuk pendidikan, sambung Harry, dia akan fokus untuk mencerdaskan anak bangsa terlebih khusus anak Humbang Hasundutan dengan cara meningkatkan sumber daya manusia pengajar. Disamping, menagajak kaum milenial bersama-sama mencerdaskan pendidikan.

“Kita juga akan melibatkan kaum milenial dengan mengembangkan budaya lokal,” katanya sembari masalah pariwisata akan menjadikan pariwisata yang kreatif.

Sementara Bidang pertambangan, menurut Harry, akan mencoba membuka badan usaha air minum. Pasalnya, kata dia, potensi alam di Humbang Hasundutan sangat kaya dan harus dimanfaatkan.

“Kita ciptakan air minum sehat, seperti Aqua, di Humbahas nantinya akan kita ciptakan seperti itu,” ungkapnya.

Untuk itu, dia berharap, Partai Gerindra siap mendukungnya selain berharap ke masyarakat. Sebab, imbuhnya, kebersamaan tidak bisa dilakukan Bupati sendiri, semua stakholeder harus terlibat dengan memberi sumbangsih pemikiran.

“Jika saya terpilih, rumah Bupati akan menjadi rumah transparansi keterbukaan,” katanya.

Dan dia, sambungnya, tidak berjanji dan tidak muluk-muluk ataupun berimajinasi dalam menjalankan roda pemerintahaan nantinya sebagai pelayan masyarakat.

“Saya tidak akan tidur, jika menjadi pelayan nantinya. Keluarga saya, maupun lainnya tidak akan mencampuri roda-roda pemerintahaan,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Gerindra yang membuka ke publik penyampaian visi misi Bakal Calon Bupati yang mendaftar ke partai ini, juga diberi ruang ke publik memberikan pertanyaan kepada Harry.

Penulis: Dedy Effendi Gemayel Simbolon
Editor.  : Frengki Simanjuntak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.