KARIMUN | WARTA RAKYAT – Listrik di Tanjung Balai Karimun kembali mengalami blackout.
Pemadaman menyeluruh terjadi sekitar pukul 05.41 WIB, Jumat (9/10/2026), mengganggu aktivitas masyarakat sejak pagi hari.
Kejadian ini menjadi sorotan karena blackout kembali terjadi di tengah belum tuntasnya polemik kompensasi atas kejadian serupa sebelumnya.
Dalam percakapan di grup WhatsApp PLN Karimun Menyapa, Manager ULP Tanjung Balai Karimun, Suheri, menyampaikan bahwa pemadaman terjadi akibat gangguan pada sistem kelistrikan.
“Listrik padam karena gangguan. Proses penormalan bertahap,” ujar Suheri sekitar pukul 05.45 WIB dan kembali menyampaikan informasi serupa pada pukul 05.56 WIB.
Sekitar pukul 06.13 WIB, Suheri kemudian menyampaikan bahwa proses pemulihan diperkirakan membutuhkan waktu lebih dari satu jam.
“Untuk estimasi penormalan di atas 1 jam,” tulisnya.
Perkembangan berikutnya disampaikan sekitar pukul 06.49 WIB.
PLN menyebut sebagian wilayah mulai kembali mendapat pasokan listrik secara bertahap, sementara fasilitas kesehatan menjadi salah satu prioritas dalam proses pemulihan.
“Sebagian daerah sudah bertahap normal. RSUD sekitar kita prioritaskan,” ungkap Suheri.
Hingga berita ini disusun, pemadaman di sejumlah wilayah Tanjung Balai Karimun masih berlangsung.
Penyebab teknis blackout belum dijelaskan secara rinci oleh pihak PLN ULP Tanjung Balai Karimun.
Blackout kali ini juga menjadi perhatian publik karena terjadi kembali setelah kejadian serupa yang sebelumnya berlangsung pada masa awal Suheri menjabat sebagai Manager ULP Tanjung Balai Karimun pada September 2026.
Masyarakat kini menantikan penjelasan resmi PLN mengenai akar gangguan, cakupan wilayah terdampak, langkah pencegahan agar blackout tidak berulang, serta kejelasan mekanisme kompensasi atas gangguan sebelumnya.
Publik juga berharap pemulihan pasokan tidak sekadar bersifat bertahap, tetapi diikuti evaluasi menyeluruh terhadap keandalan sistem kelistrikan di Tanjung Balai Karimun. (Nov)






