KARIMUN | WARTA RAKYAT – Pemulihan pasokan listrik pascablackout di Tanjung Balai Karimun, Jumat (9/10/2026), terus berlangsung.
Dari total 28 keypoint jaringan distribusi, sebanyak 22 titik telah kembali normal, sementara enam lainnya masih dalam proses penormalan.
Manager ULP Tanjung Balai Karimun, Suheri, mengatakan PLN masih melakukan penanganan dan inspeksi untuk memastikan sumber gangguan pada sistem kelistrikan yang memiliki jaringan luas dan kompleks.
“Tidak bisa langsung dijawab detail. Sistem kita besar, bukan satu mesin, jaringan juga luas. Kita inspeksi dulu,” ujar Suheri.
Ia berharap seluruh jaringan yang terdampak dapat kembali beroperasi normal pada hari ini, dengan target pemulihan sebelum pelaksanaan salat Jumat.
“Untuk targetnya hari ini. Mudah-mudahan bisa normal 100 persen sebelum salat Jumat,” katanya.
Dalam sistem distribusi PLN, keypoint merupakan peralatan switching atau saklar pada jaringan tegangan menengah 20 kV yang dapat dioperasikan untuk mengatur aliran listrik, termasuk melalui kendali jarak jauh.
Pemulihan 22 dari 28 keypoint menunjukkan proses normalisasi telah berjalan, meski enam titik masih memerlukan penanganan lebih lanjut.
Di tengah proses tersebut, beredar informasi mengenai gardu listrik di kawasan Sungai Raya, Kecamatan Meral, tepatnya di depan Cafe Heavenly Friday, yang disebut mengeluarkan api.
Informasi ini masih memerlukan konfirmasi resmi untuk memastikan kondisi di lokasi serta kaitannya dengan gangguan listrik yang terjadi.
PLN diharapkan segera menyampaikan hasil pemeriksaan teknis secara transparan, termasuk penyebab blackout dan langkah pencegahan agar gangguan serupa tidak kembali berulang.
Masyarakat kini menanti realisasi target pemulihan 100 persen, sekaligus kepastian mengenai penyebab gangguan yang kembali mengusik keandalan pasokan listrik di Karimun. (Nov)





