KARIMUN | WARTA RAKYAT – PLN Karimun mengucapkan mohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat Karimun atas ketidaknyamanannya dari pelaksanaan pemeliharaan PLTU Unit 1 yang dilaksanakan 18 hari pada tanggal 26 Maret sampai 13 April 2026.
Manager ULP Tanjung Balai Karimun, Ahmad Subhan Hadi, mengatakan pemeliharaan PLTU Unit 1 ini seharusnya dilaksanakan pada minggu ke 2 bulan Februari 2026.
“Tetapi karena bertepatan dengan pelaksanaan Ramadhan 1447 H di undur sampai dengan masa siaga Idul Fitri 1447H selesai,” ungkapnya, Selasa (24/3).
Ia menjelaskan, pelaksanaan ini juga berkaitan dengan tindaklanjut dari even gangguan pada tanggal 15 Maret 2026.
Dimana berdampak pada kerusakan pada sistem pendingin PLTU Unit 1 yang menyebabkan operasi tidak optimal.
“Sampai saat ini petugas PLN berkerja keras untuk meningkatkan daya mampu sistem pembangkit dengan optimalisasi operasi mesin PLTD Bukit Carok dan PLTU Unit 2 tetap dapat bertahan sampai dengan masa Siaga Idul Fitri 1447 H selesai,” ujarnya.
Ahmad Subhan Hadi menyebutkan, dengan status pemeliharaan PLTU Unit 1, daya mampu sistem Karimun diprediksikan sebesar 32 MW dengan prediksi beban puncak 34,5 MW, dimana masih terdapat kekurangan 2,5 MW selama beban puncak (17.00 sd 22.00WIB).
Peningkatan beban puncak ini dipengaruhi juga dari kondisi cuaca yang cukup panas selama beberapa minggu di Karimun.
Sebagai tindak lanjut, direncakan managemen daya selama beban puncak secara bergilir dengan tetap memprioritaskan lokasi-lokasi strategis seperti pelabuhan dan rumah sakit.
“Tim pemeliharaan pembangkit masih terus berkerja keras untuk menperbaiki dan mengoptimalkan pembangkit yang ada agar dapat menaikan daya mampu sistem selama masa pemeliharaan,” tuturnya.
Ditambahkannya, sekali lagi kami mengucapkan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Karimun atas kondisi kelistrikan yang terjadi saat ini.






