Kadis Kominfo Tanjungpinang Teguh Susanto Sebut Surat Infak Rp1.000 Hanya Ajakan Moral, Bukan Kewajiban

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang, Teguh Susanto

TANJUNGPINANG | WARTA RAKYAT – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang, Teguh Susanto, turut memberikan penjelasan atas polemik yang berkembang di ruang publik mengenai surat imbauan infak Rp1.000 per hari yang sempat viral.

Teguh menjelaskan bahwa surat tersebut merupakan bentuk komunikasi persuasif pemerintah dalam mendorong kegiatan sosial keagamaan selama bulan Ramadan. Ia menekankan bahwa redaksi surat sudah jelas menyebutkan sifatnya sebagai imbauan, bukan instruksi yang mengikat.

“Ini adalah gerakan sukarela yang diselaraskan dengan semangat beramal di bulan suci Ramadan. Tidak ada kewajiban dan tidak ada target yang dipaksakan kepada masyarakat,” jelasnya.

Menurut Teguh, pemerintah memahami bahwa partisipasi dalam kegiatan infak merupakan ranah pribadi masing-masing individu. Karena itu, ajakan tersebut sepenuhnya bergantung pada kesadaran dan kerelaan warga.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru menyimpulkan suatu informasi hanya dari potongan narasi yang beredar di media sosial. Pemerintah, katanya, selalu terbuka terhadap masukan dan kritik, namun berharap diskusi tetap dilakukan secara proporsional.

Lebih lanjut, Teguh menegaskan bahwa semangat yang ingin dibangun melalui imbauan tersebut adalah kepedulian sosial dan kebersamaan. Ramadan menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas, membantu sesama, serta menumbuhkan budaya berbagi di tengah masyarakat.

Dengan klarifikasi ini, Pemerintah Kota Tanjungpinang berharap polemik yang muncul dapat diluruskan, sehingga esensi ajakan berbagi di bulan Ramadan tetap menjadi fokus utama. (Dinas Kominfo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses