Bupati Roby Kurniawan Tegaskan Peran Ayah dalam Pengasuhan Lewat Gerakan GATI

Roby Kurniawan-Bupati Bintan . f-ist

BINTAN | WARTA RAKYAT— Pemerintah Kabupaten Bintan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3KB) menggelar kegiatan _Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI)_ melalui Kelas GAT-Link bagi ASN dan Non-ASN di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Bintan.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Bandar Seri Bentan ini turut dihadiri oleh Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN, Nopian Andusti, S.E., M.T., sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ketahanan keluarga melalui peran ayah yang aktif dan inspiratif.

Dalam sambutannya, Bupati Bintan Roby Kurniawan menyampaikan apresiasi atas kehadiran Deputi BKKBN dan menekankan pentingnya peran ayah dalam membentuk keluarga berkualitas.

“Kunjungan Bapak Deputi bukan sekadar kunjungan kerja, tetapi membawa energi positif dalam mewujudkan keluarga berkualitas di Bintan,” ujar Roby.

Ia menegaskan bahwa ayah bukan hanya pencari nafkah, tetapi juga co-pilot dalam pengasuhan anak. Kehadiran ayah dinilai krusial dalam membentuk karakter anak, menciptakan lingkungan yang aman, serta mencegah berbagai persoalan keluarga seperti stunting dan kenakalan remaja.

“Ayah adalah pencegah stunting terbaik. Kehadirannya menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak. Ayah juga teladan karakter dan penjaga moral remaja,” tambahnya.

Bupati Roby mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Kelas GAT-Link sebagai ruang belajar dan refleksi bagi para ayah dan calon ayah agar lebih peduli terhadap pengasuhan anak dan pendampingan remaja.

Sementara itu, Deputi Nopian Andusti menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Bintan yang menjadi pelopor pelaksanaan GATI di Provinsi Kepulauan Riau.

“Bintan menjadi contoh nyata daerah yang serius memperkuat ketahanan keluarga. Kami sangat mengapresiasi dukungan penuh dari Bapak Bupati Roby dan jajaran,” ujarnya.

Deputi Nopian menjelaskan bahwa GATI merupakan gerakan perubahan budaya pengasuhan yang bertujuan mengembalikan kesadaran akan pentingnya peran ayah dalam keluarga. Ia menekankan bahwa ayah memiliki tanggung jawab moral, sosial, dan emosional yang tak kalah penting dari peran ekonomi.

“Peran ayah bukan sekadar mencari nafkah, tetapi juga menjadi teladan, pelindung, dan pengarah bagi anak. Kehadirannya memperkuat karakter anak dan menjadi benteng moral dari berbagai persoalan sosial,” tegasnya.

Ia berharap melalui Kelas GAT-Link, para ayah di Bintan dapat memperdalam pemahaman tentang komunikasi keluarga, pembagian peran, dan menjadi figur inspiratif dalam kehidupan anak-anak mereka.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses