
TANJUNGPINANG | WARTA RAKYAT – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau, Muhammad Dali mengatakan ujian nasional akan diganti dengan asesmen nasional pada tahun 2021.
Penggantian metode ujian yang dicanangkan oleh pemerintah pusat itu akan mulai diberlakukan pada bulan Maret tahun 2021 mendatang.
“Tahun 2021, ujian nasional diganti dengan asesmen,” kata Muhammad Dali, Senin (21/12).
Dali mengatakan terdapat perbedaan yang sangat mencolok antara ujian nasional dengan asesmen nasional, dimana ujian nasional lebih berfokus pada hasil ujian atau nilai, sementara assesment nasional berfokus dalam perbaikan sistem pendidikan.
“Bahwa asesmen nasional ini sebagai pengganti ujian nasional, akan tetapi perbedaannya sangat mencolok, yang petama kalo Ujian Nasional itu untuk melihat nilai atau hasil, kalo asesmen nasional ini untuk melakukan perubahan sistem pendidikan,” ungkapnya.
Nantinya, asesmen nasional itu akan dilakukan pada peserta didik yang duduk di bangku kelas 5 SD, kelas 8 SMP dan kelas 11 SMA dan Peserta didik tersebut akan diacak ke dalam tiga kelompok berdasarkan tingkat kepintaran belajar siswa.
“Tidak semuanya akan ikut asesmen nasional ini, akan diacak oleh kementerian dan jumlahnya terbatas. Nantinya yang diacak itu ada 3 kelompok, pertama anak yang belajarnya biasa-biasa saja, kedua yang menengah dan yang ketiga anak yang pintar,” jelasnya.
Dali juga menyampaikan bahwa hasil asesmen nasional ini tidak akan mempengaruhi kelulusan peserta didik, karena fokus asesmen nasioanl ini akan dilihat dari kemampuan literasi, numerasi dan karakter siswa.
“Tidak menentukan kelulusan anak, kan dia bukan siswa yang akan lulus, asesmen ini lebih kepada literasi numerasi dan karakter, tetap ada soal pilihan ganda tapi akan diacak oleh pemerintah pusat,” pungkasnya.
Pewarta : Ilham
Editor : Prengki