
TANJUNGPINANG | WARTA RAKYAT – Velicelia Rosana Sinaga (4,5 bulan) namanya disebut. Ia merupakan salah satu bayi yang kurang beruntung dari segi kesehatan.
Velicelia adalah putri semata wayang dari pasangan Rudi Anto Sinaga (32) dan Fitri Sulastry Sitanggang (27) yang tidak seindah kehidupan sebaya-nya.
Sejak lahir 01 Mei 2020 lalu, bayi mungil dan cantik ini harus mengalami kenyataan pahit disebabkan diduga menderita jantung bocor.
Kondisi ekonomi keluarga yang serba sulit membuat orang tua seolah pasrah dengan keadaaan, lantaran tidak memiliki pekerjaan tetap dan keterbatasan biaya.
Meski begitu, kedua orang tua yang berdomisili di Batu 14 arah Senggarang, Tanjungpinang itu tidak patah semangat.
Mereka tetap berupaya keras untuk kesembuhan anaknya, meski hasil keuntungan dari warung miliknya tidak seberapa.
Kabar ini pun beredar viral di media sosial facebook @Hesti Naga Nar, setelah diunggah beberapa hari yang lalu. Selain itu, hasil screenshot (tangkapan layar) status tersebut juga menyebar di sejumlah aplikasi WhatsApp Group.
“Mereka buka kedai kecil”an untuk biaya ngumpulin uang agar anakya bisa di operasi bulan depan adek ne punya penyakit jantung bocor rencana bln dpn mrk k Jakarta biaya operasi memakai BPJS tp untuk biaya keberangkatan dan obat”an yg d luar BPJS mrk tdk punya sm sekali biaya yg d butuh kan sekitar 15jt sangat byk sekali klo tdk ada biaya kemungkinan adek velicelia tdk jd d operasi bln dpn sy mohon dgn sangat untuk kemurahan hati BPK ibu saudara saudari sekalian Sudi kiray mau berbagi untuk keluarga,” tulis Hesti Naga Nar, beberapa hari yang lalu.
Anggota DPRD Tanjujgpinang, Ria Ukur Bantu Urus Administrasi
Mengetahui hal tersebut, Anggota DPRD Tanjungpinang Ria Ukur Rindu Tondang langsung berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang.
Bahkan, untuk mengetahui lebih jauh ia juga telah mengunjungi keluarga tersebut beberapa hari yang lalu.
Ia mengatakan, pada Kamis (10/9) kemaren Dinas Sosial Kota Tanjungpinang telah mengeluarkan surat yang menyatakan bahwa warga tersebut menjadi salah satu yang difalisitasi jaminan kesehatan melalui kepesertaan PBI-JK melalui APBN maupun APBD.
Menurutnya, semua biaya perjalanan, rumah singgah dan uang makan akan ditanggung boleh pemerintah daerah Kota Tanjungpinang.
Selain itu biaya operasi dan biaya medis akan dibantu BPJS Kesehatan.
Namun, mereka juga harus menyiapkan biaya-biaya lain ke Jakarta.
“Administrasi untuk pengembalian biaya yang dikeluarkan selama perobatan sudah kami urus semalam,” katanya, Jumat (11/9).
“Semua biaya perjalanan rumah singgah dan uang makan akan ditanggung oleh pemerintah daerah Kota Tanjungpinang,” lanjutnya.
Ia mengungkapkan, apabila ada keluarga yang tidak mampu dan dirujuk berobat ke luar daerah karena kebutuhan medis, maka Pemko Tanjungpinang bisa membantu.
“Mulai dari biaya transportasi, biaya makan dan sudah disiapkan rumah singgah di Jakarta dan di Batam,” ucapnya.
Namun, lanjutnya, harus ada berkas-berkas yang dilengkapi seperti fotocopy Kartu BPJS Kesehatan si anak, fotocopy orang tua si anak, fotocopy KK dan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari kelurahan yang dilegalisir camat serta surat rekomendasi dari Dinas Sosial.
“Mudah-mudahan operasinya lancar nanti,” harapnya.