Pengendara Sepeda Motor Bentak Polisi saat Razia Operasi Zebra

Pengendara sepeda motor membentak personil Satlantas Polres Serdang Bedagai (Sergai) saat Operasi Zebra di Jalinsum Lubuk Pakam-Perbaungan Kecamatan Perbaungan Kabupaten Sergai, Selasa (5/11/2019).(Foto/Ist)

SERDANG BEDAGAI | Warta Rakyat – Pengendara sepeda motor membentak personil Satuan Lalu Lintas Polres Serdang Bedagai (Sergai) saat dilakukan razia Operasi Zebra di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Lubuk Pakam-Perbaungan Kecamatan Perbaungan Kabupaten Sergai, Selasa (5/11/2019).

Dalam video berdurasi 5 menit 12 detik itu, seorang pengendara yang membonceng seorang wanita memprotes saat diberhentikan petugas Satlantas Polres Sergai. Dengan nada tinggi, pengendara yang belum diketahui identitasnya itu membentak dan memarahi petugas Polisi yang sedang menuliskan surat tilangnya.

“STNK ku dirampas. Gaya kau polisi kayak gitu. Dengar orang jelek kali nama baik ku ditengok. Jelek aku di depan masyarakat, dirampas. Apanya, STNK-nya. Kau kalau udah jadi polisi itu mengayomi rakyat, jadilah contoh. Apalagi ini razia, kau bikin contoh kepada masyarakat. Bagaimana menghadapi orang di jalan raya, ngerti gak kau? Kau polisi digaji, supaya kau bisa menjelaskan tidak hanya sebatas tilang, tapi kau beri penjelasan kalaupun saya marah, saya lapar, saya capek,” ucap pengendara dalam video tersebut.

Disahut polisi yang menilangnya. “Bapak lapar? Bapak mau makan? Bapak kalau mau makan, ayo makan,” ajak petugas polisi itu. Ditanya petugas polisi, “Bapak marga apa, saya Pangaribuan. Pangaribuan darah tinggi,” bebernya.

Dijawab pengendara ajakan polisi itu masih dengan nada tinggi. “Darah tinggi lah aku gara-gara kau. Sial aku jumpa kau. Bagus aku jumpa bapak itu. Kenapa bapak itu baik, kau enggak. Dari awal kau udah enggak bersahabat,” jawabnya.

Pengendara itu semakin membentak dan menyebutkan bagian keluarga polisi. “Aku pun tahu kok. Aku keluarga polisi. Suara ku kuat karena aku keluarga polisi, enggak mungkin aku kayak gini, enggak keluarga polisi,” ujarnya membentak.

Pengemudi Honda Vario BK 3463 AHD ini terus-terusan membentak petugas polisi, meskipun sebenarnya telah salah tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) C saat dirazia.

Saat ditanya petugas lainnya untuk dilakukan tes urin. Pengendara ini malah menantang dan mendatangi petugas, namun ditahan istri pengendara dan petugas lainnya. “Oke tes urine kita ya. Kalau enggak cemana. Ini pencemaran nama baik. Ini sudah melebar, razia menyangkut pribadi orang,” ucapnya.

Padahal di depan lokasi razia itu, ada Polsek Perbaungan. “Itu Polsek, silahkan laporan saja kalau pencemaran nama baik. Itu polsek silahkan saja, engak apa-apa,” kata polisi lainnya.

Setelah itu, pengendara ini malah menyepelekan dan tidak mau menerima surat tilang yang sudah ditulis petugas sambal berlalu pergi meninggalkan lokasi razia.

Sumber: Sindonews.com
Editor.   : Frengki

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.