KARIMUN | WARTA RAKYAT – Rumah Dilan (Pendidikan dan Keahlian), Rumah Batik TP PKK Kabupaten Karimun yang diresmikan pada 20 Oktober 2023, di Jalan M.T. Haryono, RT 03/RW 01, Kelurahan Tebing, Kecamatan Tebing, kembali menjadi sasaran pencurian.
Sebanyak 11 pintu, delapan blower, satu unit AC, serta jemuran batik dilaporkan hilang dalam kejadian yang berlangsung sekitar sepekan lalu.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius lantaran pencurian tersebut merupakan kejadian kedua di fasilitas yang memiliki peran strategis dalam mendukung pendidikan keterampilan, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan kerajinan batik di Kabupaten Karimun.
Ironisnya, Rumah Dilan berada di kawasan yang berdekatan dengan pusat pelayanan publik, tepatnya di belakang Kantor Camat Tebing dan di samping Puskesmas Tebing.
Namun, kedekatan dengan fasilitas pemerintahan dan pelayanan kesehatan tersebut tidak serta-merta mencegah terjadinya pencurian.
Hingga kini, total kerugian akibat hilangnya sejumlah fasilitas tersebut belum dapat ditaksir.
Pascakejadian, Bupati Karimun Ing Iskandarsyah bersama Ketua TP PKK Kabupaten Karimun Hj. Siti Rojiah Iskandarsyah dan Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan ESDM Kabupaten Karimun, Basori, meninjau langsung Rumah Dilan, Rabu (14/10/2026) siang.
Peninjauan ini menjadi momentum penting untuk melihat kondisi fasilitas sekaligus menegaskan perlunya perhatian terhadap keberlangsungan fungsi Rumah Dilan sebagai ruang pembelajaran, pengembangan keahlian, dan penguatan ekonomi kreatif masyarakat.
Rumah Dilan bukan sekadar bangunan dengan fasilitas pendukung kegiatan membatik. Keberadaannya memiliki nilai strategis sebagai ruang untuk menumbuhkan keterampilan, mengembangkan kreativitas, serta membuka peluang produktivitas bagi masyarakat melalui kerajinan batik.
Karena itu, pemulihan pascapencurian idealnya tidak berhenti pada pendataan kehilangan dan perbaikan fasilitas.
Langkah lanjutan perlu diarahkan pada penguatan fungsi utama Rumah Dilan agar kegiatan pendidikan keterampilan dan pengembangan batik dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Pengamanan aset juga menjadi aspek mendasar yang tidak dapat diabaikan. Terulangnya pencurian menunjukkan pentingnya evaluasi terhadap sistem keamanan bangunan, pengawasan berkala, serta pengelolaan fasilitas agar aset yang tersedia benar-benar terlindungi dan dapat dimanfaatkan sesuai peruntukannya.
Di sisi lain, optimalisasi Rumah Dilan perlu diarahkan pada kegiatan yang terukur, mulai dari pelatihan membatik, peningkatan keterampilan, pengembangan kualitas produk, hingga membuka peluang pemasaran yang lebih luas.
Dengan demikian, fasilitas ini dapat berkontribusi nyata terhadap pemberdayaan masyarakat dan penguatan usaha mikro di Karimun.
Peristiwa pencurian yang kembali terjadi menjadi pengingat bahwa menjaga aset bukan hanya persoalan keamanan fisik, melainkan juga bagian dari menjaga keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat.
Peninjauan oleh Bupati Karimun bersama Ketua TP PKK dan jajaran perangkat daerah diharapkan menjadi bagian dari perhatian berkelanjutan terhadap kondisi Rumah Dilan.
Tantangannya kini bukan hanya memastikan fasilitas yang hilang dapat ditangani, tetapi juga memperkuat pengelolaan dan mengoptimalkan manfaatnya bagi masyarakat.
Rumah Dilan memiliki potensi untuk menjadi salah satu ruang pengembangan keterampilan dan kerajinan batik di Karimun.
Potensi tersebut perlu ditopang oleh fasilitas yang layak, sistem keamanan yang memadai, serta program yang berkesinambungan.
Sebab, nilai sebuah fasilitas pemberdayaan tidak semata-mata terletak pada bangunannya, melainkan pada manfaat yang dihasilkan.
Rumah Dilan perlu dijaga bukan hanya agar tetap berdiri, tetapi agar terus hidup sebagai ruang belajar, berkarya, dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Sementara itu, nilai kerugian akibat pencurian maupun informasi mengenai pelaku dan perkembangan penanganan kasus belum diperoleh hingga berita ini diterbitkan. (Nov)






