TANJUNGPINANG | WARTA RAKYAT – Warga pesisir di Kampung Bugis dan Senggarang, Tanjungpinang, kini lebih nyaman menggunakan toilet setelah mendapat fasilitas sanitasi Wet Safe Water Gardens (Wet SWG).
Salah satunya Ningsih, warga RT 01/RW 05 Kampung Madong, Kelurahan Kampung Bugis. WC di rumahnya sebelumnya kurang layak.
“Alhamdulillah, adanya program ini saya senang dan terima kasih sudah mendapat WC baru. Terima kasih kepada Pemko, Pak Marc dan Yayasan LooLa yang melaksanakan kegiatan ini,” ujarnya, Kamis (8/10/2026).
Ningsih berharap fasilitas serupa juga diterima warga pesisir lainnya.
“Harapannya warga pesisir dapat bantuan juga seperti kami,” tambahnya.
Warga lainnya, Diana, merasakan perubahan setelah memiliki WC baru. Sebelumnya, toilet di rumahnya langsung membuang kotoran ke bawah.
“Biasanya langsung cemplung, sekarang air tak tercemar lagi,” tuturnya.
Kondisi WC sebelumnya juga membuat Diana harus menumpang mandi. Lantai kayu yang digunakan membuatnya khawatir terjatuh.
“Manfaatnya sangat nyaman, tak numpang lagi. Misalnya malam hari, tidak enak juga mengganggu orang tidur,” lanjut Diana.
Di Kelurahan Senggarang, Yantati, warga Tanjung Sebaok, juga merasakan perubahan setelah mendapat fasilitas sanitasi. Sebelumnya, toilet di rumahnya langsung membuang kotoran ke bawah dan bagian kayunya sudah lapuk.
“Sekarang ada prosesnya jadi tidak bau. Ada tamu datang mau numpang tak masalah. Kalau dulu tak berani takut jatuh karena kayunya sudah lapuk,” ucap Yantati. Ia berharap fasilitas serupa juga diterima warga lainnya.
“Semoga program ini warga lain bisa dapat seperti saya. Ini bagus tempatnya, jadi tak ada bau,” sambungnya.
Sementara itu, Lurah Senggarang Edi menjelaskan, sebanyak 93 unit sanitasi Wet SWG telah dibangun di Tanjung Sebaok dan Senggarang Besar melalui bantuan Yayasan LooLa.
Fasilitas tersebut membuat WC warga yang sebelumnya kurang layak menjadi lebih baik dan permanen.
“Sebelumnya mereka memiliki WC kalau dilihat tidak layak. Dengan bantuan ini jadi baik,” jelasnya.
Edi menambahkan, perbaikan sanitasi juga membantu menjaga kebersihan lingkungan karena warga tidak lagi membuang kotoran langsung ke perairan.
“Rumah mereka masih sederhana, sementara WC sudah permanen. Ini menjadi sesuatu hal yang menjaga keindahan dan kebersihan, sehingga tidak melakukan pencemaran lingkungan,” ujarnya.
Edi berharap kegiatan tersebut dapat dilanjutkan melalui sinergi Yayasan LooLa, Pemko Tanjungpinang dan kelurahan. Dukungan pihak swasta melalui CSR juga membantu pemerintah memenuhi kebutuhan sanitasi warga.
“Kalau satu rumah satu unit, masyarakat pasti menerima semuanya. Ini sangat bagus. Pemerintah juga sangat terbantu dengan pihak CSR,” katanya.
Tahun ini, Kelurahan Senggarang mendapat tambahan 30 unit sanitasi Wet SWG, setelah sebelumnya dibangun 93 unit. (tc/Dinas Kominfo).






