BINTAN | WARTA RAKYAT – Di balik gerbang Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat (RSJKO) Engku Haji Daud, terdapat kisah penuh ketulusan dari seorang perawat bernama Sri Rahayu (40). Setelah 12 tahun merawat bayi-bayi mungil di ruang prenatologi, ia kini menjalani babak baru sebagai perawat pasien dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Penempatan Sri Rahayu di RSJKO EHD dimulai pada September 2024, sebagai bagian dari rotasi tenaga perawat. Meski awalnya diliputi kecemasan, ia menyambut tantangan baru ini dengan semangat belajar.
“Saya banyak menggali buku-buku perawatan jiwa, walaupun belum pernah ikut pelatihan khusus,” ujarnya.
Pasien ODGJ yang dirawat Sri Rahayu umumnya mengalami depresi akibat tekanan keluarga atau ekonomi. Ia menjelaskan bahwa pendekatan komunikasi sangat penting, terutama bagi pasien yang baru masuk dan belum bisa berinteraksi.
“Kalau pasien yang baru masuk seperti yang ketemu dijalan dan ambil oleh Dinas Social dan dibawa oleh petugas Satpol PP itu awalnya memang agak lama berintegrasi dengan kita. Dia gak nyambung, banyak diam dan tidak respon, Biasanya setelah tiga hari dengan terapi obat dan komunikasi yang tepat, mereka mulai nyambung diajak bicara,” kata Sri Rahayu
Pendekatan utama dalam merawat pasien dengan gangguan jiwa adalah melalui komunikasi yang efektif dan terapi farmakologis yang ditangani oleh psikiater. Pemberian obat-obatan sangat berperan dalam membantu perbaikan kondisi pasien, terutama bagi mereka yang mengalami halusinasi yang tidak terkendali
“Kepercayaan menjadi kunci, Kalau sudah percaya, mereka akan datang sendiri untuk bercerita,” tambahnya.
Tak semua pasien mudah diajak bicara. Ada yang diam sejak masuk hingga pulang. Namun, Sri tetap sabar. “Waktunya makan tetap kita kasih makan, kalau tidak mau minum obat, kita bujuk. Karena obat sangat membantu proses penyembuhan,” jelasnya.
Di blok Flamboyant A RSJKO EHD dihuni pasien laki-laki, sementara blok B dihuni oleh pasien perempuan. Mayoritas pasien mengalami skizofrenia dan membutuhkan pengobatan seumur hidup untuk mengontrol emosi.

Pendekatan Spiritual dan Hikmah Kehidupan
Sri juga menggunakan pendekatan spiritual sesuai keyakinan pasien. “Kadang mereka salat sendiri, bahkan berjamaah. Ada yang jadi imam karena sudah terbiasa,” tuturnya.
Baginya, bekerja di RSJKO bukan sekadar tugas, tapi juga proses pembelajaran hidup. “Saya jadi tahu masalah dan kondisi pasien, dan bisa mengambil hikmahnya. Secara psikologis, saya lebih sehat di sini, saya lebih mantap dalam memanajemen stress kehidupan saya sekarang, ketimbang di tempat sebelumnya,” ungkapnya.
Selain itu, lanjut Sri, Untuk pasien-pasien yang depresi, dirinya masih bisa menolong mereka supaya pasien tidak jatuh dalam kondisi yang lebih dalam lagi,
“jadi ada perasaan senang dan bahagia bisa menolong mereka,” tutupnya
Mengenal RSJKO Engku Haji Daud
RSJKO Engku Haji Daud merupakan rumah sakit khusus jiwa dan ketergantungan obat yang berlokasi di Tanjunguban, Bintan. Dipimpin oleh dr. Asep Guntur Sapari, rumah sakit ini menyediakan layanan profesional seperti: MCU One Day Service atau Pemeriksaan kesehatan lengkap dalam satu hari, Assessment Terintegrasi Jiwa Anak dan Remaja, yaitu, Layanan multidisiplin untuk gangguan jiwa pada anak dan remaja dan Telekonsultasi Jiwa Online (TEJO) yiatu Konsultasi jiwa jarak jauh dengan tarif terjangkau.
Dengan fasilitas modern dan pendekatan holistik, RSJKO menjadi harapan baru bagi masyarakat Kepulauan Riau yang membutuhkan layanan kesehatan jiwa.






