BINTAN | WARTA RAKYAT – Sejak diberlakukan pada 21 Agustus 2024, aplikasi Ferizy.com yang digunakan untuk pembelian tiket kapal secara online di Pelabuhan ASDP Tanjung Uban menuai sejumlah keluhan dari calon penumpang. Padahal sistem digitalisasi ini bertujuan untuk mempermudah masyarakat memesan tiket dan mengurangi antrean di pelabuhan, namun di lapangan masih ada tantangan yang dirasakan oleh pengguna.
Rudi, seorang penumpang tujuan Punggur, Pulau Batam, menyoroti kesulitan yang dialami terutama oleh penumpang lanjut usia.
“Menurut saya agak susah. Oke lah, untuk kita yang masih muda bisa memakai aplikasi ini. Tapi kalau untuk orang tua, seperti orang tua saya, susah karena harus fotokopi KTP dulu, sedangkan di Bintan tidak semua tempat menyediakan layanan fotokopi,” ungkapnya, Jumat (4/4/2025).
Ia berharap sistem pembelian tiket kembali seperti dulu yang lebih sederhana melalui koperasi yang berada di dalam pelabuhan.
Pendapat serupa disampaikan oleh Meimei, penumpang lainnya dengan tujuan yang sama.
“Dulu lebih enak, datang langsung cek in. Sekarang harus daftar pakai Gmail, Chrome, dan KTP. Jadi lebih rumit,” tuturnya.
Ia juga menambahkan bahwa sistem lama yang menggunakan top up kartu dan tanpa KTP dirasakan lebih praktis.
Terkait keluhan ini, Sukma Nugraha , Supervisi Pelabuhan ASDP Tanjung Uban, menegaskan bahwa Ferizy merupakan bagian dari era digitalisasi layanan.
“Kalau pengguna mengalami kesulitan, kami menyediakan solusi dengan mengarahkan mereka ke agen resmi yang ditunjuk sebagai alternatif pembelian tiket. Namun, kami mengingatkan masyarakat untuk tidak membeli tiket dari calo tidak resmi,” jelas Sukma, Jumat (4/4/2025)
Sukma juga menyinggung mengenai keberadaan koperasi di pelabuhan. Pantuan tim liputan beberapa Koperasi Konsumen Karyawan terlihat tidak beroperasi alias tutup.
“Koperasi yang sebelumnya berada di dalam pelabuhan kini diarahkan ke luar pelabuhan karena alasan aturan. Kami memahami pengguna jasa berharap koperasi ini tetap berada di dalam pelabuhan untuk kemudahan akses. Namun, koperasi akan dipindahkan kembali ke dalam pelabuhan setelah ada kebijakan dari manajemen,” tambahnya.

Selain itu, pihak ASDP telah menerjunkan tim stopper untuk memberikan edukasi kepada calon penumpang.
“Tim ini membantu masyarakat yang tidak memiliki HP Android, M-Banking, atau yang kurang paham menggunakan aplikasi, dengan mengarahkan mereka membeli tiket di koperasi resmi,” jelas Sukma.
Sementara itu, Muslimin, Komandan KKP Pelabuhan Roro Tanjung Uban sekaligus Padal Pos Terpadu Operasi Ketupat Seligi 2025, menyampaikan bahwa pihaknya turut membantu masyarakat memahami penggunaan aplikasi Ferizy.
“Kami membantu masyarakat yang kurang mengerti cara menggunakan aplikasi Ferizy secara online. Jika ada yang tidak memiliki M-Banking atau HP Android, pihak ASDP juga memberikan arahan dan solusi di sini,” kata Muslimin.
Ia juga mencatat bahwa penutupan koperasi di dalam pelabuhan menjadi tantangan tersendiri bagi penumpang yang kesulitan mencari tiket. Pihak ASDP pun telah menyediakan alternatif pembelian tiket di luar pelabuhan sebagai solusi sementara.
Meski sistem baru ini bertujuan meningkatkan efisiensi, berbagai kendala teknis dan adaptasi pengguna menjadi tantangan yang masih memerlukan perhatian lebih lanjut.