TANJUNGPINANG | WARTA RAKYAT – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Jumaga Nadeak meminta pemerintah daerah melakukan sidak guna mengendalikan harga pasar.
Hal itu dikarenakan harga bahan pokok di Kepulauan Riau mengalami kenaikan
“Kami minta kepada Dinas Perdangangan supaya melakukan sidak ke pasar. Tak hanya cabai, tapi 9 bahan pokok itu bisa ditekan sebelum Lebaran,” ujarnya belum lama ini.
Jumaga khawatir, apabila kondisi ini terus berlangsung, angka inflasi Kepri akan meningkat dan daya beli masyarakat menurun.
“Pemerintah ini bisa mengatasinya. Ini kan ada yang bermain saja. Aturun pemerintah itu bisa mengatasi ini,” kata dia.
Senada itu, anggota DPRD Kepri Wahyu Wahyudin menyarankan agar pemerintah daerah bisa memanfaatkan lahan tidur untuk memproduksi kebutuhan panganan terutama cabai. Pemda cukup memberi bantuan bibit dan pupuk subsidi. Nanti ketika panen, mereka jual ke pengepul.
“Jika pengepul tidak mau beli, BUMD saja yang beli, agar menjadi bisnis baru,” katanya.
Selain memenuhi kebutuhan cabai, pemanfaatan lahan tidur ini juga akan meningkatkan perekonomian masyarakat dan membuka lapangan kerja baru. Pemilik lahan, menurut Wahyu, akan merekrut tenaga kerja yang sistem pengupahannya bisa secara bulanan ataupun bagi hasil.
“Pemda hanya memberikan bantuan di awal saja. Keuntungan pascapanen akan digunakan lagi sebagai modal untuk bercocok tanam cabai,” sebutnya.
Menurutnya, saat ini seluruh kabupaten/kota di Kepri masih memiliki lahan yang potensial untuk ditanami cabai.
Pantauan awak media di Pasar Bintan Center Kota Tanjungpinang, harga cabai merah kini tembus Rp110 ribu per kilogram. Harga cabai merah ini naik secara bertahap dari sebelumnya dijual Rp80 ribu per kilogram.
Sedangkan cabai rawit masih dijual dengan harga normal yaitu Rp54 ribu sampai Rp56 ribu per kilogram, begitupun juga harga cabai setan dijual diangka Rp90 ribu per kilogram.
Salah satu pedagang mengatakan, tingginya harga cabai merah disebabakan karena kekurangan pasokan yang didatangkan dari Pulau Jawa.
“Untuk pembeli ada juga yang komplain tapi karena kebutuhan jadi tetap beli, kalau biasa beli banyak jadi dikurangin,” kata dia.
Desi mengaku terpaksa mengambil suplaidari distributor setengah cabai seberat 5 sampai 10 kilogram.
“Karena harga tinggi juga kita tidak terlalu banyak nyetok ambil ke distibutor cuman 5 -10 kilogram perhari,”katanya.