TANJUNGPINANG | WARTA RAKYAT – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT. Tanjungpinang Makmur Bersama (TMB) selalu merugi dalam dua tahun terakhir. Kerugian yang dialami perusahaan plat merah itu cukup fantastis.
Kerugian yang dialami oleh perusahaan plat merah itu, membuat Wali Kota Tanjungpinang Rahma geram.
Selaku pemegang saham, Rahma mempertimbangkan kelanjutan perusahaan plat merah tersebut.
“Dalam dua tahun ini BUMD mengalami kerugian yang cukup besar,” kata Wali Kota Tanjungpinang Rahma saat ditemui di SMP Negeri 4 Tanjungpinang, Selasa (22/11/2022).
Rahma menjelaskan, berdasarkan laporan yang dijabarkan Direksi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), BUMD Tanjungpinang mengalami kerugian Rp1,8 Miliar pada 2020, kemudian pada 2022 alami kerugian sebesar Rp2,3 Miliar.
Rahma menilai, perusahaan dapat berdiri dengan kokoh jika ada profit atau keuntungan. Sementara BUMD Tanjungpinang terus merugi selama dua tahun belakangan.
“Kalau tidak ada untung dan dilanjutkan, saya yang tidak bertanggung jawab. Jadi saya pikir, kita harus buka mata dan faktanya memang BUMD sedang bangkrut,” terangnya.
Pihaknya, lanjut Rahma, dalam RUPSLB pada Jumat, 18 November 2022 lalu telah memberikan kesempatan Direksi untuk menjabarkan rencana potensi perusahaan pada 2023 mendatang.