
TANJUNGPINANG | WARTA RAKYAT — Dukungan Provinsi Kepulauan Riau menjadi otonomi khusus menguat di saat Pemprov Kepri tengah fokus memulihkan perekonomian masyarakat akibat pandemi Covid-19.
Bak gayung bersambut, wacana otonomi khusus yang dihembuskan oleh Aliansi Pemuda Peduli Kepri Maju (PPKM) mendapat sambutan dari pemangku kepentingan.
Anggota DPRD Kepri Wahyu Wahyudin menyatakan dukungannya terhadap usulan Kepri jadi otonomi khusus.
Disampaikan Wahyu, isu Kepri jadi otonomi khusus sudah sering mencuat dalam diskusi-diskusi penguatan ekonomi khususnya di bidang maritim.
Karakteristik geografis Kepri yang 98 persen berupa perairan, strategis dan didukung sumber daya alam yang melimpah menjadi dasar Pemprov Kepri mengusulkan otonomi khusus ke Pemerintah Pusat.
“Kepri sangat strategis dan daya dukung sumber daya alam sangat luar biasa. Apalagi 98 persen wilayah Kepri berupa laut, dan laut menjadi primadona dalam meningkatkan ekonomi rakyat,” kata Wahyu, Rabu (4/8/2021).
Dengan potensi maritim itu, Kepri dinilai mampu menjadi salah satu daerah penopang perekonomian Indonesia.
Apalagi Kepri merupakan daerah terluar dan berbatasan langsung dengan negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Vietnam dan Kamboja.
“Ini akan menjadikan Kepri sebagai wilayah penyangga ekonomi Indonesia yang maha dahsyat. Semangat ekonomi khusus kemaritiman ini sangat mendasar dimana Kepri adalah jendela dunia di depan empat negara tetangga,” ujar salah satu dewan yang getol menjadikan Kepri jadi otonomi khusus itu.