Proyek Gurindam 12 di Tepi Laut Selesai: Telan Rp 428 Miliar dari Seharusnya Rp 487 Miliar

Kepala Bidang Bina Marga Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Kepri Rodi Yantari

TANJUNGPINANG | WARTA RAKYAT – Pembangunan proyek Gurindam 12 di Tepi Laut Tanjugpinang, Kepulauan Riau telah selesai dilaksanakan.

Menurut Kepala Bidang Bina Marga Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Kepri Rodi Yantari, proyek tersebut sudah dilakukan serah terima pekerjaan akhir dari kontraktor PT Guna Karya Nusantara (GKS) ke Dinas PU.

“Alhamdulillah kami sudah menyelesaikan pekerjaan semaksimal mungkin, terhadap nilai kontrak pekerjaan sudah 100 persen,” ujarnya kepada awak media, Rabu (30/12).

Ia menjelaskan, awalnya nilai kontrak proyek tersebut sebesar Rp 487 miliar dengan masa pengerjaan selama 2 tahun 3 bulan, kemudian berkurang menjadi Rp 428 miliar.

“Ada pengurangan hampir Rp 60 miliar, pengurangan ini adalah dari tahun 2018 dan 2019,” ucapnya.

Menurutnya, kekurangan tersebut seharusnya dianggarkan pada 2020 ini, karena pandemi COVID-19 tidak bisa dianggarkan.

Pemprov Kepri, lanjut dia, sudah menganggarkan Rp 30 miliar pada tahun depan.

“Dianggarkan lagi Rp 30 miliar itu sifatnya menyelesaikan pekerjaan jalan. Jalan ini ada sepanjang 2,8 Kilometer, 1 Kilometer yang akan kita lanjutkan pengerasan beton. Kemudian jambatan sudah selesai tetapi ada perlu pengaspalan, trotoar, masih perlu kita finishing lagi,” jelasnya.

Selain itu, akan dibangun tangga untuk dijadikan tempat warga bersantai menikmati sunset di sore hari serta akan dibangun rest area dan tempat-tempat kuliner.

“Disitulah masyarakat Tanjugpinang yang ingin berjualan atau berusaha, ekonomi bisa tumbuh. Tapi kita tata dengan baik, kita tidak mau sudah kita buat bagus-bagus, nanti dilapangaan tidak teratur, itu nantinya akan bekerjasama dengan pihak-pihak lain,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini masyarakat sudah bisa menikmati pelataran Gurindam 12, namun tidak bisa menikmati semua area.

“Khusus zona 1A yang kita berdiri ini, depan Marinir dan gedung daerah masyarakat bisa menikmati. Kalau saya buka semua, nanti jembatan kita kotor, mungkin ada waktu-waktu yang tepat kita buka. Pengerjaan jembatan akan kita akan kita lanjutkan 2021,” ujarnya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.