
TANJUNGPINANG | WARTA RAKYAT – Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Kota Tanjungpinang, Ahadi, mengaku prihatin atas tertangkapnya oknum ASN inisial AF oleh Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Tanjungpinang, pada Minggu (6/9) lalu.
AF sendiri bekerja di Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kota Tanjungpinang.
“Kalau Saya sangat pirihatinlah kalau memang ada pegawai kami hari ini yang seperti itu,” kata Ahadi, seusai pelantikan Walikota Tanjungpinang, Senin (21/9/2020).
Kepada Wartawan, Ahadi mengungkapkan pihaknya selalu melakukan pembinaan dengan menghimbau jajarannya untuk melakukan sesuai dengan norma-norma kepegawaian.
“Kita sudah lakukan apel terus-menerus. Selama covid ini tidak ada apel, tapi tetap kita himbau terus melalui WA Group bagaimana kita melakukan norma-norma yang baik,” ucapnya.
Meski begitu, ia tetap menyerahkan sepenuhnya kepada aparat Kepolisian Polres Tanjungpinang untuk memproses oknum ASN tersebut sesuai aturan yang berlaku.
“Kalau memang itu benar, ya sudah lanjutkan saja, kita tidak keberatan. Kita sebagai pimpinan kepada bawahan kalau memang ada yang seperti itu (kasus narkoba) secara hukum tindaklanjuti saja. Karena saya sendiri sampai saat ini belum ada pemberitahuan,” imbuhnya.
“Saya serahkan kepada aparat saja,” tutupnya.
Sebelumnya dikabarkan media ini, seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) inisial AF diduga nyambi jadi pengedar sabu diciduk Satuan Reserse Narkoba Polres Tanjungpinang, Minggu (6/9) lalu.
Penangkapan oknum PNS itu berawal saat polisi mengamankan tenaga honorer di lingkungan Pemprov Kepri inisial LH.
Kasat Narkoba Polres Tanjungpinang AKP Ronny Burungudju mengatakan, penangkapan berawal mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada seorang pria lengkap dengan ciri-cirinya membawa narkoba di kamar sebuah hotel di Kilometer 6 Tanjungpinang.
Kemudian Sat Resnarkoba melakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap pria inisial LH disaksikan oleh Security Hotel.
“Kami berhasil menemukan barang bukti berupa satu paket sabu dari dalam saku celana tersangka,” katanya, Senin (21/9).
Menurutnya, dari hasil introgasi pelaku mengakui mendapatkan barang haram tersebut dari AF yang merupakan oknum PNS Tanjungpinang.
Selanjutnya, pihaknya melakukan pengembangan dan berhasil menangkap AF di rumahnya Perumahan Taman Griya Lestari.
“Saat dilakukan penggeledahan yg disaksikan Ketua RT setempat berhasil menemukan 12 paket sabu dengan berat 3,9 gram,” ujarnya.
Selain itu, juga diamankan timbangan digital, seperangkat alat hisab sabu/bong, plastik bening, gunting stainless warna Silver, handpone dan kotak yang digunakan untuk menyimpan sabu
“Saat diinterogasi tersangka mengakui semua narkotika jenis sabu tersebut adalah miliknya yang diperoleh dari seseorang yg hingga saat ini masih dalam pencarian (DPO),” jelasnya.
Atas perbuatannya, tersangka jerat dengan pasal 112 ayat 2, 114 ayat 2 Junto 132 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman minimal lima tahun penjara.