Plt Walikota Tanjungpinang Berharap Hunian Homestay Kembali Normal

Plt Walikota Tanjungpinang, Rahma, saat menyampaikan kata sambutan di Hotel CK Tanjungpinang, Selasa (11/8/2020).

TANJUNGPINANG | Warta Rakyat – Plt Wali Kota Tanjungpinang, Rahma, mengatakan pandemi Covid-19 yang tengah melanda saat ini membuat semua bentuk bisnis pariwisata mengalami krisis, termasuk pengelola homestay di Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

Namun, sebaiknya pengelola homestay harus segera mencari solusi dan bersiap dengan kondisi mendatang saat Covid-19 benar-benar berakhir.

“Sambil menunggu Covid-19 berlalu, pengelola perlu mempersiapkan diri dan menyusun strategi dalam meningkatkan layanan kedepannya. Caranya, menyiapkan sumberdaya manusia seperti mengikuti pelatihan ini,” kata Rahma.

Hal itu, disampaikannya saat membuka acara pelatihan management homestay, di Hotel CK Tanjungpinang, Selasa (11/8/2020).

Dikatakan Rahma, dengan kondisi Covid-19 ini, homestay punya kesempatan besar untuk menarik para wisatawan. Menurutnya, homestay bisa menjadi hunian yang dapat terhindar dari keramaian.

“Asalkan, pengelola bisa menjamin kebersihan, rasa aman, damai, serta keramahan kepada para pengunjung. Saya yakin, homestay pasti lebih baik kedepannya,” kata Rahma.

Semua kejadian pasti ada hikmahnya. Untuk itu, kata Rahma, pengelola harus punya keyakinan suatu saat nanti homestay di Tanjungpinang kembali normal dan bangkit lagi. Kita doakan saja, virus ini cepat berlalu,” tutur dia

Rahma pun memberi apresiasi kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang yang menaruh perhatian serius untuk memperkuat SDM pengelola homestay melalui kegiatan ini.

Kepada peserta Rahma, berharap untuk mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh. Materi yang disampaikan narasumber harus disimak dan dijadikan panduan dalam pengelolaan homestay.

Ia juga meminta pengelola homestay di Tanjungpinang membentuk sebuah wadah atau asosiasi. Wadah inilah nanti yang menjadi ajang untuk meningkatkan kerjasama antar pengelola homestay di Tanjungpinang.

“Saya yakin bila sudah ada wadah, homestay Tanjungpinang akan berkembang seperti daerah lainnya di Indonesia.Tidak ada kata terlambat jika kita mau memulai,” tutur Rahma

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang, Surjadi mengakui sejak pandemi Covid-19, nyaris semua bentuk bisnis pariwisata di Tanjungpinang, Ibu Kota Kepri, mati suri. Hotel, resort, wisma hingga homestay terdampak langsung.

“Kita berharap Covid-19 segera berlalu. Bisnis pariwisata kembali stabil dan berjaya,” ucap Surjadi.

Surjadi menyebutkan, pelatihan managemen homestay ini diikuti 40 peserta yang merupakan perwakilan dari pemilik homestay yang ada di Tanjungpinang.

Selama pelatihan peserta akan mengikuti berbagai materi yang disampaikan oleh akademisi dan praktisi dari Politeknik Bintan Cakrawala.

“Materi yang disampaikan seperti, why homestay, kewirausahaan, service excellence, operasional homestay, praktek operasional homestayfood and beverage service, table manner, manajemen dan operasional serta praktek tata graha, hygiene and sanitation, covid protocol, grooming, dan marketing dan promosi,” jelas Surjadi.

Menurutnya, perkembangan dunia pariwisata sangat cepat. Saat ini bukan lagi yang pintar mengalahkan yang bodoh melainkan yang cepat mengalahkan yang lambat,”Itu hendaknya dipahami oleh pelaku pariwisata di Tanjungpinang, termasuk pengelola homestay,” pinta Surjadi. (Red/Hum)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.