BATAM | WARTA RAKYAT – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Uban kembali mengukir prestasi gemilang di tingkat provinsi. Dalam penilaian Kepatuhan Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tahun 2025 yang digelar oleh Ombudsman Republik Indonesia, Imigrasi Tanjung Uban berhasil meraih opini “Sangat Baik”.
Istimewanya, Imigrasi Tanjung Uban menjadi satu-satunya unit kerja di wilayahnya yang berhasil membawa pulang penghargaan tertinggi dalam ajang yang diikuti oleh berbagai Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah se-Kepulauan Riau tersebut. Penyerahan penghargaan berlangsung khidmat di Gedung Pusat Informasi Haji (PIH) Kota Batam, Senin (09/02).
Kepala Kantor Imigrasi Tanjung Uban, Adi Hari Pianto, hadir langsung menerima penghargaan didampingi Kepala Subbagian Tata Usaha, Doni Romdoni. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Pimpinan Ombudsman RI Perwakilan Kepulauan Riau dengan disaksikan perwakilan Kantor Wilayah Kemenkumham Kepri.
Langkah Strategis Menuju WBBM Adi Hari Pianto menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas dedikasi seluruh jajarannya. Menurutnya, pencapaian ini adalah validasi atas komitmen transparansi dan profesionalisme yang selama ini dibangun.
“Penghargaan ini bukan sekadar prestasi di atas kertas, tetapi pengakuan nyata atas kerja keras seluruh pegawai dalam menghadirkan pelayanan yang cepat, transparan, dan profesional bagi masyarakat,” ujar Adi.
Ia juga menambahkan bahwa capaian opini “Sangat Baik” ini merupakan batu loncatan penting bagi institusinya untuk meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di masa mendatang.
“Semoga ini menjadi motivasi berkelanjutan bagi kami untuk terus berinovasi dan menjaga integritas dalam melayani publik,” tegasnya.
Komitmen Layanan Prima Prestasi ini menegaskan posisi Kantor Imigrasi Tanjung Uban sebagai instansi yang patuh terhadap standar pelayanan publik sesuai amanat undang-undang. Dengan hasil penilaian Ombudsman ini, Imigrasi Tanjung Uban berkomitmen untuk terus menjaga mutu layanan, memperkuat pengawasan maladministrasi, dan memastikan kepuasan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.






