Warta Rakyat | Karimun – Ada yang berbeda di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepulauan Riau sejak awal Januari 2026.
Kini sudah terlihat parkir berbasis digital di depan rumah dinas Bupati Karimun tersebut.
“Sistem yang diterapkan adalah Integrated Parking System berbasis digital. Fitur-fiturnya mencakup touchless ticketing, pemantauan CCTV real-time, serta pembayaran tunai dan nontunai,” ujar Manager Operasional PT Malik Parking Kepri (MPK), Drahmenra, Selasa (6/1/2026).
Sebelumnya, PT MPK dan Pemkab Karimun telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) perjanjian kerja sama terkait pengelolaan retribusi parkir berbasis digital selama 10 tahun.
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur PT MPK, Malik dan Bupati Iskandarsyah di rumah dinas Bupati Karimun pada, Jumat 14 November 2025.
Drahmenra menyampaikan, tarif parkir yang diterapkan oleh perusahaannya sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Karimun Nomor 9 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.
Yang mana jelasnya, untuk 10 menit pertama baik kendaraan roda dua dan empat gratis.
“10 menit pertama itu gratis, setelah itu baru dikenakan tarif parkir Rp 1.000 sepeda motor dan Rp 2.000 mobil. Untuk sepeda motor yang menginap Rp 10.000, sementara mobil Rp 25.000,” ungkap Drahmenra.
Ia berharap, pengelolaan parkir secara digital di kawasan pelabuhan Taman Bunga bisa memberikan dampak nyata terhadap peningkatan PAD Karimun.
“Dengan sistem ini, pengelolaan parkir akan lebih efisien, akuntabel, dan transparan. Kami tetap memberdayakan tenaga kerja lokal,” ucap Drahmenra.
Bupati Karimun, Iskandarsyah menyebutkan, menggandeng PT MPK mengelola parkir berbasis digital untuk membangun kerapian.
“Kesan pertama orang datang ke Karimun, yang dihadapi itu langsung parkir, jadi parkir itu adalah simbol peradaban. Tujuan dari kebijakan ini untuk mendapatkan pendapatan asli daerah yang uang itu kita kembalikan lagi kepada masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano Bawole, mengatakan, diterapkan parkir berbasis digital yang dikelola PT MPK agar tidak ada parkir sembarangan.
“Yang namanya pembangunan tentu ada yang belum sempurna, dan ini masih tahap uji coba,” ucapnya.
Wabup mengajak seluruh masyarakat Karimun untuk menjaga iklim
investasi agar tetap kondusif dan menarik bagi investor.
“Ini semua butuh dukungan masyarakat Kabupaten Karimun,” pungkas Rocky. (no)






