Gubernur Ansar Pimpin Rakor Tata Kelola RUSD RAT, Komitmen Wujudkan Rumah Sakit Daerah Berstandar Nasional

Gubernur Kepri Ansar Ahmad memimpin Rakor Persiapan Pendampingan Tata Kelola Rumah Sakit (TKRS) RSUD Raja Ahmad Tabib (RAT) oleh RSUP Hasan Sadikin Bandung, di Kedai Kopi Batu 10, Tanjungpinang, Sabtu (3/1/26).

TANJUNGPINANG | WARTA RAKYAT – Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad, Sabtu (3/1/26) memimpin Rapat Koordinasi Persiapan Pendampingan Tata Kelola Rumah Sakit (TKRS) RSUD Raja Ahmad Tabib (RAT) oleh RSUP Hasan Sadikin Bandung, digelar di Kedai Kopi Batu 10, Tanjungpinang.

Rakor dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau Luki Zaiman Prawira, anggota Dewan Pengawas Rumah Sakit, Direktur RSUD RAT dr Bambang Utoyo, jajaran direksi, serta pejabat struktural RSUD Raja Ahmad Tabib.

Dalam arahannya, Gubernur Ansar Ahmad menegaskan bahwa program pendampingan ini merupakan inisiatif langsung dari Menteri Kesehatan sebagai bentuk keseriusan pemerintah pusat dalam mendukung rumah sakit daerah agar mampu menerapkan tata kelola rumah sakit yang baik dan berstandar nasional.

“RSUP Hasan Sadikin telah ditetapkan sebagai rumah sakit pembina RSUD Raja Ahmad Tabib. Ini merupakan kesempatan besar yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh,” ujar Gubernur Ansar.

Sebagai wujud komitmen dan keseriusan, lanjut Gubernur, dirinya bersama Direktur RSUD RAT belum lama ini telah melakukan kunjungan langsung ke RSUP Hasan Sadikin Bandung.

Dari kunjungan itu RSUP Hasan Sadikin segera menugaskan tim pendamping untuk datang ke RSUD RAT guna melakukan evaluasi menyeluruh. Pendampingan ini direncanakan berlangsung selama kurang lebih satu tahun, dengan fokus pada penguatan sistem manajemen dan tata kelola rumah sakit.

Penyiapan Data dan Dokumen

Dalam arahannya, Gubernur Ansar menegaskan bahwa tujuan utama pendampingan ini adalah meningkatkan mutu tata kelola rumah sakit tanpa mengabaikan kualitas pelayanan kepada masyarakat. (Sumber: Informasi dan Pemasaran RSUD RAT)

Untuk mendukung kelancaran proses tersebut, Gubernur meminta seluruh jajaran RSUD Raja Ahmad Tabib menyiapkan data dan dokumen yang dibutuhkan. Data yang disampaikan nantinya akan disesuaikan dengan standar dan sistem yang diterapkan RSUP Hasan Sadikin, sehingga berbagai kelemahan dapat diidentifikasi secara objektif.

“Dari situ kita bisa melihat apa saja yang perlu dibenahi, lalu dievaluasi melalui diskusi dan pemantauan yang fokus, terarah, dan berkelanjutan,” jelasnya.

Gubernur Ansar menegaskan bahwa tujuan utama pendampingan ini adalah meningkatkan mutu tata kelola rumah sakit tanpa mengabaikan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Target kita kejar, namun pelayanan tetap menjadi perhatian utama,” tegasnya.

Menurutnya, pendampingan ini merupakan peluang besar bagi RSUD Raja Ahmad Tabib untuk menciptakan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas dan profesional, terlebih dengan adanya perhatian khusus dari Menteri Kesehatan terhadap penguatan rumah sakit daerah.

Ke depan, Gubernur Ansar berharap RSUD Raja Ahmad Tabib dapat memperoleh tambahan fasilitas dan bangunan untuk menunjang pelayanan kesehatan berbasis pendidikan atau hospital base, sehingga mampu meningkatkan kualitas layanan sekaligus mendukung pengembangan sumber daya manusia kesehatan di Provinsi Kepulauan Riau. (ron/Informasi dan Pemasaran RSUD RAT)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses