Satgas Pangan Bintan Lakukan Monitoring, Temukan Kenaikan Harga dan Penipisan Stok Bahan Pokok

Satgas Pangan Bintan saat melakukan pengecekan ketersediaan bahan pokok di Tanjung Uban Rabu (03/12/2025). f : dewi/wartarakyat.co.id

BINTAN | WARTA RAKYAT — Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kabupaten Bintan yang terdiri dari lintas instansi melaksanakan kegiatan monitoring dan pengawasan terhadap pedagang bahan pokok di wilayah Kabupaten Bintan pada Rabu (3/12). Kegiatan ini dipimpin oleh Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Bintan dan melibatkan sejumlah unsur terkait.

Adapun lokasi peninjauan meliputi Gudang/Toko Indra Setiawan di Tanjung Uban, Toko Angmau Tanjunguban, dan CV. Rizky Biokas Abadi di Kijang.

Kabid Perdagangan DKUPP Bintan, Setia Kurniawan, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh gambaran kondisi riil di lapangan serta menghimpun informasi langsung dari para pedagang, khususnya pasca-diterapkannya kebijakan pengetatan pengawasan barang oleh pihak Pabean terhadap arus keluar masuk barang dari Batam.

“Langkah ini diambil guna mengidentifikasi potensi permasalahan pasokan dan harga bahan pokok, sehingga dapat segera dirumuskan langkah antisipatif,” lanjutnya.

Dari hasil monitoring, diketahui bahwa beberapa komoditas seperti cabai, bawang, dan sayur-mayur mengalami kenaikan harga signifikan. Hal ini disebabkan oleh pengetatan distribusi barang dari Batam, yang selama ini menjadi sumber utama pasokan bahan pokok ke Bintan.

Indra Setiawan, pemilik toko di Tanjung Uban, menyebutkan bahwa sekitar 85% kebutuhan bahan pokok di Bintan disuplai dari Batam. Ia menyatakan dukungannya terhadap kebijakan pelarangan impor bahan pokok demi mendukung swasembada pangan nasional.

“Namun kami berharap implementasinya dilakukan secara bertahap agar tidak mengganggu stabilitas pasokan,” harapnya.

Selain itu, bencana alam di wilayah Sumatera turut memperparah kondisi distribusi bahan pokok. Saat ini, stok minyak goreng di toko Indra Setiawan hanya cukup untuk 10 hari ke depan, sementara stok sayur-mayur seperti wortel, kentang, dan kol sudah tidak tersedia.

Kondisi serupa juga dialami oleh CV. Rizky Biokas Abadi, salah satu pemasok utama bahan makanan untuk kawasan industri Lagoi. Pemiliknya, Beby, mengungkapkan bahwa kekosongan stok sayur-mayur serta menipisnya persediaan daging ayam beku, daging sapi, dan minyak goreng dapat berdampak pada kelancaran operasional hotel dan restoran di kawasan tersebut.

“Pemerintah Kabupaten Bintan melalui Satgas Pangan merekomendasikan koordinasi lintas instansi untuk mengatasi potensi krisis pasokan dan menjaga stabilitas harga di Bintan, tanpa mengesampingkan penegakan hukum oleh instansi terkait,” tutup Setia Kurniawan

Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain Mayor Inf H. Putra (Pasintel Kodim 0315/Tanjungpinang), Rifo Hardian (SCPP Bulog Tanjungpinang), Mahmud dan Husain (Posda BIN Bintan), personel dari Unit II Satintelkam dan Unit III Satreskrim Polres Bintan, serta Hendri Alfiandi dari Bagian Ekonomi Setda Bintan.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses