BINTAN | WARTA RAKYAT – Persoalan ketenagakerjaan menjadi sorotan dalam reses masa sidang II tahun 2025 yang digelar Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bintan, Mirwan, bersama insan pers dan PWI Bintan di RM Alim, Kuala Sempang, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Selasa (2/12/2025).
Dalam pertemuan tersebut, insan pers menyampaikan kekecewaan terhadap pelaksanaan job fair yang selama ini digelar Pemkab Bintan bersama perusahaan-perusahaan. Mereka menilai kegiatan tersebut tidak memberikan hasil nyata bagi pencari kerja lokal.
“Jangankan direkrut, dipanggil pun tidak. Padahal ribuan anak-anak Bintan sudah masukkan berkas,” ujar Harjo Waluyo, salah satu perwakilan insan pers.
Menanggapi hal itu, Mirwan mengakui adanya persoalan dalam pelaksanaan job fair dan berjanji akan menindaklanjuti melalui Komisi I DPRD Bintan. Ia menegaskan pentingnya pengawasan terhadap perusahaan yang telah menggelar job fair, termasuk mengevaluasi berapa banyak tenaga kerja lokal yang benar-benar direkrut.
“Perekrutan tenaga kerja lokal ini menjadi perhatian kami. Bahkan kami pernah merancang Perda Inisiatif Dewan untuk memprioritaskan anak daerah, tapi terbentur aturan yang lebih tinggi,” jelas Mirwan.
Ia juga menyinggung kondisi keuangan daerah yang mengalami penurunan drastis pada tahun anggaran 2026, dengan berkurangnya dana Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp214 miliar. Meski demikian, Mirwan menegaskan komitmennya untuk tetap memperjuangkan pembukaan lapangan kerja melalui pengembangan usaha kerakyatan dan UMKM.
“Kita akan dorong berdirinya unit-unit usaha yang bisa membuka peluang kerja dan menggerakkan ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Selain isu ketenagakerjaan, reses tersebut juga membahas persoalan pengelolaan sampah dan kesejahteraan petugas kebersihan. Namun, sorotan terhadap efektivitas job fair dan nasib pencari kerja lokal menjadi topik yang paling mengemuka dalam dialog antara legislatif dan insan pers ini.






