Pemkab Bintan Terima Aset PSU Senilai Rp6,5 Miliar dari Tiga Pengembang

Bupati Bintan Roby Kurniawan menerima penyerahan Empat PSU dari Tiga Pemngembang di Bintan, Kamis (06/11/2025). F : Diskominfo Bintan

BINTAN | WARTA RAKYAT — Pemerintah Kabupaten Bintan resmi menerima penyerahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) dari empat kawasan perumahan milik tiga pengembang. Penandatanganan berita acara serah terima dilakukan langsung oleh Bupati Bintan, Roby Kurniawan, Kamis (6/11), di Ruang Rapat II Bandar Seri Bentan.

Bupati Roby menegaskan bahwa penyediaan PSU merupakan kewajiban setiap pengembang dalam menciptakan lingkungan perumahan yang aman, sehat, dan nyaman. Penyerahan ini sekaligus menjadi bentuk kehadiran pemerintah daerah dalam pengelolaan dan pemeliharaan PSU demi kenyamanan masyarakat.

“Komitmen kami adalah memastikan setiap warga tinggal di lingkungan yang layak, terjangkau, dan berkelanjutan,” ujar Roby.

Berdasarkan data dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Bintan, total lahan PSU yang diserahkan mencapai 13.185,93 meter persegi dengan nilai lebih dari Rp6,5 miliar.

Adapun perumahan yang menyerahkan PSU tahun ini meliputi:
– Taman Harapan Permai di Kecamatan Bintan Timur dari pengembang  PT. Citra Kencana Sukses
– Citra Indah di Kecamatan Toapaya dari pengembang PT. Bintan Bangun Sentosa
– Nessa Nuri Regency dan Puri Garden Regency  di Kecamatan Toapaya & Bintan Timur dari pengembang PT. Semangat Bintan Karya Mandiri.

Bupati Roby juga menyoroti pentingnya pengawasan pembangunan perumahan agar sesuai dengan rencana tapak dan standar teknis, serta menghindari konflik pengelolaan PSU di masa mendatang.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan dan penyerahan PSU, serta berharap agar aset yang diterima dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik untuk kepentingan jangka panjang masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses