Lonjakan Kasus HIV dan TBC di Bintan: Remaja Jadi Sorotan

RSUD Bintan . F-dewi/wartarakyat.co.id

BINTAN | WARTA RAKYAT – RSUD Kabupaten Bintan mencatat peningkatan signifikan kasus HIV dan Tuberkulosis (TBC) sepanjang tahun 2025. Di antara 25 pasien HIV yang terdeteksi, dua di antaranya adalah pelajar berusia di bawah 20 tahun. Selain itu, sebanyak 66 kasus TBC juga ditemukan dalam periode Januari hingga September.

Deteksi HIV Melalui Pemeriksaan Pra-Operas

Direktur RSUD Bintan, drg. Toni Masruri, menjelaskan bahwa sebagian besar kasus HIV terdeteksi secara tidak sengaja saat pasien menjalani pemeriksaan sebelum operasi atau pengobatan. Penularan HIV diduga berasal dari hubungan seksual bebas dan penggunaan narkoba suntik.

“Penderita HIV yang kami temukan terdiri dari yang sudah menikah dan belum menikah. Dua di antaranya adalah pelajar. Tidak ada anak-anak,” ujar dr Toni, Selasa (28/10/2025).

Dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah kasus HIV meningkat sekitar 10–20 persen. drg. Toni menegaskan bahwa HIV belum memiliki obat yang dapat menyembuhkan, sehingga pencegahan menjadi kunci utama.

“Penderita HIV harus minum obat ARV seumur hidup. Jika tidak, kondisi mereka bisa drop,” tambahnya.

Kasus TBC Juga Meningkat

Selain HIV, RSUD Bintan juga mencatat lonjakan kasus TBC. Hingga September 2025, tercatat 66 kasus, mayoritas dialami oleh warga berusia di atas 20 tahun. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun 2024.

Tanggapan Pemerintah Daerah

Bupati Bintan, Roby Kurniawan, membenarkan laporan peningkatan kasus HIV dan TBC tersebut. Ia meminta Dinas Kesehatan Bintan untuk melakukan pendataan menyeluruh agar penanganan bisa lebih tepat sasaran.

“Kita harus tahu berapa sebenarnya jumlah kasus TBC di lapangan agar penanganannya sesuai,” tegas Roby.

Untuk pencegahan HIV, Bupati berharap para Duta GenRe dan guru di sekolah turut aktif memberikan edukasi kepada remaja mengenai bahaya seks bebas dan penyalahgunaan narkoba.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Orang tua dan semua pihak harus ikut mengawasi anak-anak kita,” tutupnya.

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses