BINTAN |WARTA RAKYAT– Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bintan kembali melaksanakan program bedah rumah bagi masyarakat Bintan, dalam rangkaian Hari Pers Nasional (HPN). Pada peringatan HPN 2025 ini, PWI Bintan akan membedah rumah buat keluarga Maghfira Aulya Jannah, Pelajar kurang mampu yang berprestasi pada cabang olahraga silat.
Maghfira Aulya Jannah adalah seorang pelajar yang baru duduk di kelas VI Sekolah Dasar (SD). Ayahnya Roni adalah seorang petani dan buruh lepas harian. Terkadang, Roni bekerja sebagai tukang bangunan, mencari kayu dan mengambil upah dari orang lain.
Hidup di lingkungan keluarga yang terbilang kurang mampu, Maghfira Aulya Jannah sudah terbiasa dengan keadaan sederhana. Tapi, Fira begitu panggilan akrab anak kedua dari tiga bersaudara ini, tak pernah mengeluh. Apalagi soal olahraga silat, Fira selalu rutin latihan. Padahal, jarak rumahnya menuju tempat latihan silat itu cukup jauh. Selain jauh, jalan yang ditempuh dari rumahnya pun masih tanah dan hutan.
Fira sudah menjalani latihan silat di perguruan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) hampir empat tahun. Selama itu pula Fira harus membagi waktu sekolah, latihan silat dan merapikan rumah tempat tinggalnya.
Bicara tempat tinggal, Maghfira Aulya Jannah hingga kini menempati rumah yang sangat sederhana. Dinding rumah tempat tinggal Fira ini dibangun oleh ayahnya sendiri, Roni. Karena keterbatasan penghasilan keluarga, rumah keluarga ini dibangun dengan dinding dari bahan papan seberan (bekas).
Sebagian dinding dibuat dari kayu bulat berukuran kecil yang disusun rapat. Pada bagian lain, ada pula bahan gipsun bekas. Bahkan, ada yang ditempel dari seng bekas. Untuk menghilangkan pandangan yang kurang elok, bahan-bahan dinding itu dicat. Meskipun tidak sewarna cat yang dipoles pada dinding tersebut.
Atap rumah Fira dari bahan asbes yang sudah mulai dimakan usia. Sedangkan lantai rumahnya, semen dengan plaster biasa. Boro-boro dipasang keramik. Fira tetap bersyukur, asalkan lantai tersebut bisa digunakan untuk tidur atau merebahkan diri pada malam hari.
Dibesarkan dalam keluarga yang sederhana, tak membikin Maghfira Aulya Jannah putus asa atau minder dari teman-temannya. Justru, Fira percaya diri. Apalagi prestasinya sudah membikin nama Kabupaten Bintan tersohor di Provinsi Kepulauan Riau.
Pada kejuaraan silat WJKC, Fira meraih juara 1 untuk nomor seni pada Desember 2022 silam. Pada kejuaraan Teksas ke-3, Fira meraih juara 2 nomor seni, dan juara 2 pada nomor laga (Desember 2022). Sedangkan pada kejuaraan pencak silat Teksas ke-4, Fira tampil sebagai juara 1 nomor seni, dan juara 3 pada kategori laga (Desember 2023).
Lebih bergengsi lagi, pada O2SN tingkat Kabupaten Bintan, Maghfira Aulya Jannah tampil sebagai juara 1 untuk nomor seni. Dan juara 1 untuk nomor solo kreatif pada 2023 lalu.
Fira pun mewakili Kabupaten Bintan untuk mengikuti O2SN Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada tahun 2024. Pada ajang O2SN Provinsi Kepri tersebut, Fira meraih juara 3 pada nomor seni, dan juara 2 untuk kategori solo kreatif (Agustus 2024).
Untuk kejuaraan silat umum sesuai dengan usianya, Fira mengikuti Lanudal Cup tahun 2024, tanggal 9 sampai dengan 11 Desember 2024, pekan lalu. Pada ajang ini, Fira meraih juara 1 pada nomor seni, dan Juara 1 untuk solo kreatif. Pada waktu bersamaan, Fira juga mengikuti kejuaraan Teksas ke-5. Di Teksas ke-5 ini, Fira meraih juara 1 nomor seni, dan juara 1 untuk kategori laga.
Saat ini, Maghfira Aulya Jannah sedang menjalani masa liburan sekolah. Anak perempuan keluarga Kang Roni Kelahiran 16 September 2012 ini, lebih banyak berada di rumahnya di Kampung Ekang Laut, RT003/RW002 Desa Ekang Anculai, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri.
Kamis (19/12/2024) pagi, Ketua PWI Bintan Harjo Waluyo bersama pengurus meninjau rumah tempat tinggal Roni yang membesarkan tiga anak dan istrinya, termasuk Fira. Dalam pertemuan tersebut, Harjo Waluyo menyampaikan niat untuk melaksanakan program bedah rumah bagi keluarga Roni. Bedah rumah tersebut merupakan program rutin PWI Kabupaten Bintan setiap memperingati Hari Pers Nasional (HPN).
“HPN tahun 2025 ini, kami ingin bangun rumah buat Pak Roni. Selain warga Bintan yang tergolong kurang mampu dan memiliki rumah yang sangat sangat sederhana, kami ingin bangun rumah sebagai apresiasi kepada Fira yang berprestasi untuk nama Kabupaten Bintan,” ujar Harjo Waluyo.
Program bedah rumah pada HPN tahun 2025 ini, Harjo Waluyo mengatakan, merupakan kegiatan yang keempat kalinya. Pada HPN sebelumnya, PWI Bintan melaksanakan program bedah rumah di Bintan Utara, Toapaya, dan Bintan Timur.
“HPN tahun 2025 ini, bedah rumah kami laksanakan di Kecamatan Teluk Sebong. Kami mengimbau, kepada siapa yang peduli dan ingin beramal, ayo kita bangun rumah buat keluarga Maghfira Aulya Jannah si pelajar kurang mampu full berprestasi,” demikian disampaikan Harjo Waluyo saat didampingi Sekretaris PWI Bintan Yusfreyendi.
Roni ayah dari Maghfira Aulya Jannah mengucapkan terima kasih atas niat PWI Bintan untuk melaksanakan program bedah rumah di tempat tinggalnya.
“Kami mengucapkan terima kasih banyak. Semoga program ini berjalan lancar,” ucap Roni singkat. (dw)