TANJUNGPINANG | WARTA RAKYAT – Sejak dilantik sebagai Wali Kota Tanjungpinang, tepatnya pada 21 September 2020, sisa masa jabatan 2018-2023, Rahma telah banyak membuat terobosan-terobosan baru yang menyentuh langsung kepada masyarakat.
Salah satunya adalah, pembagian bantuan-barang perlengkapan penunjang usaha kepada UMKM di kota Tanjungpinang. Menariknya, bantuan usaha ini diberikan sesuai permintaan dan kebutuhan UMKM.
Program yang tak pernah ada itu, baru diadakan sejak Rahma memimpin sebagai orang nomor satu di Pemko Tanjungpinang atau dua tahun sejak resmi menjadi wali kota Tanjungpinang definitif.
Dengan menggandeng Bank Riau Kepri Syariah, Rahma lebih memilih agar Corporate Social Responsibility (CSR) yang didapatkan, untuk dialihkan ke bantuan peralatan usaha yang disalurkan ke masyarakat terutama pelaku UMKM.
Bantuan tersebut pun berhasil dibagikan sejak beberapa waktu belakangan ini. Bahkan ditahun lalu, sudah sebanyak 479 pelaku UMKM yang sudah mendapatkan peralatan usaha.
Tak berhenti di situ, dalam beberapa hari belakangan ini hingga ke depan, Rahma terus menyalurkan bantuan peralatan usaha, dengan target penerima sebanyak 431 UMKM dan IKM.
Artinya, jika ditambahkan 479 pelaku UMKM yang sudah menerima dan 431 UMKM yang akan menerima, maka akan ada sebanyak 910 UMKM dan IKM yang terdata di kota Tanjungpinang mendapatkan bantuan.
Bantuan 431 yang sudah mulai disalurkan tersebut akan diberikan secara bertahap dan merata di wilayah Tanjungpinang. Tahap pertama diberikan kepada 87 orang pelaku UMKM. Terdiri dari 67 orang penjual jamu dari paguyuban jamu gendong wong solo dan UMKM binaan DP3 sebanyak 20 orang pelaku usaha olahan ikan pada Selasa (13/09/2022).
Seperti pada Kamis (15/09/2022) lalu, Rahma menyerahkan 105 bantuan berupa perlengkapan usaha kepada pedagang UMKM yang berada di wilayah Tanjungpinang Timur. Bantuan yang diserahkan seperti kompor gas, blender, food processor atau magic chopper dan lain sebagainya sesuai dengan kebutuhan UMKM.
Wali Kota Tanjungpinang, Rahma mengatakan, bahwa bantuan yang disalurkan ini merupakan inisiatif dirinya pasca pandemi covid-19, yang bertujuan untuk pemulihan ekonomi dan mendukung sarana dan prasarana UMKM sesuai kebutuhannya.
Menurut Rahma, bantuan yang disalurkan ini, merupakan bantuan yang unik dan ini satu-satunya yang dilaksanakan pemko tanpa menggunakan anggaran dari APBD, namun dari dana CSR.
“Ini salah satu win-win solution saya terhadap masyarakat agar bisa terbantu, karena bersentuhan langsung kepada pelaku UMKM,” ucapnya.
Terpisah, Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kota Tanjungpinang, Hermawan menjelaskan, bantuan CSR ini merupakan bagian dari kegiatan peningkatan dan pengembangan pelaku UMKM kota Tanjungpinang.
Sebelum diserahkan, UMKM telah diklasifikasi dan disurvei oleh tim dari bagian perekonomian, camat dan lurah kota Tanjungpinang yang bekerja sama dengan Bank Riau Kepri Syariah Tanjungpinang.
Ia mengungkapkan, bantuan peralatan diserahkan sesuai dengan permintaan dari UMKM. Selain itu, permintaan tersebut juga harus sesuai dengan jenis usaha yang mereka geluti seperti penjahit akan diberikan mesin jahit.
“Yang selama ini tidak memiliki peralatan kita serahkan sesuai dengan jenis usaha. Mereka yang minta sendiri, bila tidak sesuai jenis usahanya, tidak kita berikan,” jelasnya.
Menurutnya, bantuan tersebut diberikan untuk menumbuhkembangkan UMKM, apalagi di masa pandemi covid-19 sangat berdampak terhadap keberlangsungan UMKM.